Wall Street Kena Aksi Jual Masif di Tengah Kekhawatiran Ekonomi AS
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street mengalami aksi jual besar-besaran pada Jumat (21/2/2025). Setelah data ekonomi terbaru memicu kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi dan inflasi yang masih tinggi. Hal ini mendorong para pelaku pasar beralih ke aset yang lebih aman.
Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average (DJIA) terperosok 748,63 poin (1,69%) ke level 43.428,02. Penurunan ini menjadi yang terburuk sepanjang 2025, dengan akumulasi kerugian dalam dua hari mencapai sekitar 1.200 poin.
Sementara itu, S&P 500 turun 1,71% ke 6.013,13, dan Nasdaq Composite merosot 2,2% ke 19.524,01.
Investor mulai khawatir setelah beberapa data ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Indeks sentimen konsumen dari University of Michigan turun drastis menjadi 64,7 pada Februari, lebih rendah dari perkiraan.
Konsumen khawatir terhadap potensi kenaikan inflasi akibat rencana tarif baru yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump. Proyeksi inflasi lima tahun dalam survei ini naik ke 3,5%, tertinggi sejak 1995.
Selain itu, penjualan rumah di AS turun lebih dari yang diperkirakan menjadi 4,08 juta unit pada Januari, sementara indeks manajer pembelian (PMI) sektor jasa AS jatuh ke zona kontraksi, menurut laporan S&P Global.
Saham Walmart anjlok 2,5% setelah perusahaan memberikan proyeksi keuangan yang lebih lemah dari perkiraan, menambah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dan daya beli konsumen.
Dampak Tarif Trump
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






