Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Kena Aksi Jual Masif di Tengah Kekhawatiran Ekonomi AS

Penulis : Indah Handayani
22 Feb 2025 | 06:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
Sumber; AP
Ilustrasi Wall Street Sumber; AP

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street mengalami aksi jual besar-besaran pada Jumat (21/2/2025). Setelah data ekonomi terbaru memicu kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi dan inflasi yang masih tinggi. Hal ini mendorong para pelaku pasar beralih ke aset yang lebih aman.

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average (DJIA) terperosok 748,63 poin (1,69%) ke level 43.428,02. Penurunan ini menjadi yang terburuk sepanjang 2025, dengan akumulasi kerugian dalam dua hari mencapai sekitar 1.200 poin.

Sementara itu, S&P 500 turun 1,71% ke 6.013,13, dan Nasdaq Composite merosot 2,2% ke 19.524,01.

ADVERTISEMENT

Investor mulai khawatir setelah beberapa data ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Indeks sentimen konsumen dari University of Michigan turun drastis menjadi 64,7 pada Februari, lebih rendah dari perkiraan.

Konsumen khawatir terhadap potensi kenaikan inflasi akibat rencana tarif baru yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump. Proyeksi inflasi lima tahun dalam survei ini naik ke 3,5%, tertinggi sejak 1995.

Selain itu, penjualan rumah di AS turun lebih dari yang diperkirakan menjadi 4,08 juta unit pada Januari, sementara indeks manajer pembelian (PMI) sektor jasa AS jatuh ke zona kontraksi, menurut laporan S&P Global.

Saham Walmart anjlok 2,5% setelah perusahaan memberikan proyeksi keuangan yang lebih lemah dari perkiraan, menambah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dan daya beli konsumen.

Dampak Tarif Trump

Investor besar Steve Cohen turut menyuarakan pandangan negatifnya terhadap pasar dan ekonomi dalam sebuah konferensi di Miami. “Saya pikir periode keuntungan terbaik sudah berlalu. Tidak akan mengejutkan jika kita melihat koreksi signifikan,” kata Cohen, merujuk pada dampak tarif Trump dan pemangkasan anggaran pemerintah.

Saham-saham unggulan seperti Nvidia dan Palantir juga mengalami penurunan tajam akibat peralihan investor ke aset yang lebih defensif. Sebaliknya, saham Procter & Gamble naik 1,8%, sementara General Mills dan Kraft Heinz menguat lebih dari 3%.

Secara mingguan, S&P 500 mengalami pelemahan sekitar 1,7%. Sementara Dow Jones dan Nasdaq masing-masing turun 2,5%.

“Dari 20 saham terbaik di S&P 500 hari ini, semuanya berasal dari sektor defensif seperti barang konsumsi, utilitas, dan layanan kesehatan,” ujar Larry Tentarelli, analis utama dan pendiri Blue Chip Daily Trend Report.

Tentarelli menambahkan, investor cenderung beralih ke sektor-sektor defensif saat muncul kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia