TINS, NCKL, ANTM, MBMA, MDKA, INCO, Mana yang Paling Prioritas?
JAKARTA, investor.id – Sektor pertambangan logam (nikel, emas, timah, dan lain-lain) diganjar peringkat netral. Lantas, bagaimana dengan saham TINS, NCKL, ANTM, MBMA, MDKA, dan INCO?
Sebagai informasi, sektor pertambangan logam sempat diterpa rumor tak sedap soal kemungkinan kenaikan royalti untuk bijih nikel dari 10% menjadi 15%. Meski kemudian dibantah oleh Kementerian ESDM, rumor tersebut tetap beredar dan berpotensi menjadi hambatan bagi sektor ini.
Berdasarkan catatan BRI Danareksa Sekuritas, pada 2022, pernah mencuat wacana bahwa pemerintah mempertimbangkan pajak progresif untuk nickel pig iron (NPI)/feronikel (FeNi). Namun, akhirnya tidak diterapkan.
Walaupun begitu, menurut perhitungan BRI Danareksa Sekuritas terkait proyeksi 2025, kenaikan royalti sebesar 5% dapat menyebabkan penurunan laba bersih sebesar 9% dan 3% untuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada penjualan bijih saprolit.
Baca Juga:
3 Saham Ternama Dilanda Aksi Jual AsingKenaikan royalti tersebut juga bisa mengakibatkan penurunan laba bersih sebesar 2% dan 8% untuk PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada penjualan bijih limonit.
“ANTM dan MBMA diperkirakan paling terpengaruh oleh kebijakan tersebut, karena penjualan bijih masih menjadi produk dengan margin paling besar. Sementara itu, meski INCO juga terpengaruh, kontribusi bijih terhadap total pendapatan hanya sekitar 6%,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.
Di sisi lain, muncul kabar soal potensi larangan ekspor bijih nikel dari Filipina, dimana senat telah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk diputuskan oleh kongres pada Juni 2025. Jika disetujui, larangan ekspor tersebut akan efektif dalam 5 tahun.
Pada 2024, Indonesia mengimpor sekitar 10 juta ton bijih dari Filipina, sedangkan China mengimpor sekitar 44 juta ton.
Rekomendasi Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






