Jumat, 15 Mei 2026

TINS, NCKL, ANTM, MBMA, MDKA, INCO, Mana yang Paling Prioritas?

Penulis : Jauhari Mahardhika
23 Feb 2025 | 08:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi komoditas timah. (Foto: PT Timah Tbk/TINS)
Ilustrasi komoditas timah. (Foto: PT Timah Tbk/TINS)

Efektivitas larangan ekspor bijih nikel oleh Filipina diprediksi tidak akan sama dengan keberhasilan Indonesia dalam menerapkan kebijakan serupa. Sebab biaya energi di Filipina – negara pengimpor batu bara – terbilang tinggi. Kadar bijihnya juga lebih rendah sekitar 1,5% Ni dibandingkan dengan 1,6-1,7% Ni di Indonesia.

Selain itu, iklim investasi di Filipina saat ini kurang kondusif dibandingkan saat China masuk ke pasar Indonesia, karena pasar nikel kini menghadapi surplus jangka menengah. “Kami menilai implementasi kebijakan tersebut bakal sulit dilakukan,” sebut Timothy.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat netral untuk sektor pertambangan logam karena harga nikel yang stagnan dan kondisi kelebihan pasokan jangka menengah.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, BRI Danareksa Sekuritas menetapkan PT Timah Tbk (TINS), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam sebagai saham pilihan utama karena visibilitas laba yang lebih kuat.

Urutan dalam memilihnya sebagai berikut: TINS > NCKL > ANTM > MBMA > MDKA > INCO. Hal itu berdasarkan bauran valuasi dan potensi pertumbuhan laba pada 2025.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia