TINS, NCKL, ANTM, MBMA, MDKA, INCO, Mana yang Paling Prioritas?
Efektivitas larangan ekspor bijih nikel oleh Filipina diprediksi tidak akan sama dengan keberhasilan Indonesia dalam menerapkan kebijakan serupa. Sebab biaya energi di Filipina – negara pengimpor batu bara – terbilang tinggi. Kadar bijihnya juga lebih rendah sekitar 1,5% Ni dibandingkan dengan 1,6-1,7% Ni di Indonesia.
Selain itu, iklim investasi di Filipina saat ini kurang kondusif dibandingkan saat China masuk ke pasar Indonesia, karena pasar nikel kini menghadapi surplus jangka menengah. “Kami menilai implementasi kebijakan tersebut bakal sulit dilakukan,” sebut Timothy.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat netral untuk sektor pertambangan logam karena harga nikel yang stagnan dan kondisi kelebihan pasokan jangka menengah.
Meski begitu, BRI Danareksa Sekuritas menetapkan PT Timah Tbk (TINS), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam sebagai saham pilihan utama karena visibilitas laba yang lebih kuat.
Urutan dalam memilihnya sebagai berikut: TINS > NCKL > ANTM > MBMA > MDKA > INCO. Hal itu berdasarkan bauran valuasi dan potensi pertumbuhan laba pada 2025.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






