Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah vs Dolar AS Hari ini, Penegasan Tarif Trump Jadi Biang Kerok 

Penulis : Indah Handayani
25 Feb 2025 | 16:22 WIB
BAGIKAN
  Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom)
 Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup jatuh pada Selasa sore (25/2/2025). Hal itu karena dolar menguat seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah penegasan Presiden AS Donald Trump bahwa tarif impor terhadap Meksiko dan Kanada tetap akan diberlakukan sesuai jadwal.

Mata uang rupiah ditutup jatuh 93 poin berada di level Rp 16.371 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik tipis 0,05 poin menjadi 106,6. Nilai tukar rupiah sempat ditutup menguat 34,5 poin berada di level Rp 16.278 per dolar AS pada Senin (24/2/2025).

Dikutip dari Reuters, dolar AS menguat tipis pada Selasa (25/2/2025) setelah sebelumnya jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua bulan di awal pekan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa tarif impor terhadap Meksiko dan Kanada tetap akan diberlakukan sesuai jadwal.

ADVERTISEMENT

Kenaikan dolar ini membuat euro tertahan dari level tertingginya dalam sebulan di posisi US$ 1,0476. Pergerakan euro ke depan akan bergantung pada kecepatan pembentukan pemerintahan koalisi di Jerman setelah kemenangan partai konservatif dalam pemilu negara tersebut.

Pada Senin (24/2/2025), Trump menyatakan, tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko akan tetap berlaku sesuai jadwal pada 4 Maret 2025. Pernyataan ini disampaikan meskipun kedua negara telah meningkatkan keamanan perbatasan dan berupaya menghentikan aliran fentanyl ke AS.

Banyak pihak berharap bahwa Kanada dan Meksiko dapat meyakinkan pemerintahan Trump untuk menunda kembali tarif yang akan berdampak pada lebih dari US$ 918 miliar impor AS, termasuk sektor otomotif dan energi. Namun, komentar Trump justru memicu aksi penghindaran risiko (risk off), mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas dan obligasi pemerintah AS. Akibatnya, dolar AS ikut mendapat dukungan dari pergerakan ini.

Indeks Dolar Stabil

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia