Telkom (TLKM) Punya Sumber Pertumbuhan Baru
JAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bakal mempunyai sumber pertumbuhan baru sebagai hasil dari transformasi mereka menjadi perusahaan digital telco.
Sumber tersebut akan datang dari sektor kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang disebut-sebut memiliki potensi hingga US$ 4 miliar atau Rp 60 triliun di Indonesia.
Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid, menyampaikan bahwa Tellkom saat ini melihat AI menjadi salah satu sektor strategis yang berpotensi besar bukan hanya di masa sekarang, tetapi juga di masa mendatang.
“Di Indonesia, (penetrasi) angkanya itu prediksinya sekitar US$ 4 miliar di 2030 atau sekitar Rp 60 triliun. Belum lagi, kalau lebih bicara soal teknologi-teknologi di sekitarnya,” ucap Fajrin di acara business update, di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Karena itu, Fajrin bilang, Telkom ingin bukan hanya dikenal sebagai penyedia jaringan atau infrastruktur, melainkan juga sebagai perusahaan digital telco sesuai dengan peta jalan (roadmap) perseroan.
Strateginya, Telkom fokus menyasar empat bidang. Fajrin merinci, keempat bidang tersebut meliputi infrastruktur, integrated B2B services, B2B IT services, dan bidang baru yang akan dimasuki baik oleh Telkom sendiri maupun menjalin kemitraan semisal dengan perusahaan rintisan (startup).
Terkait infrastruktur, dia menerangkan, Telkom terus memperkuat layanan-layanan seperti indihome, Telkomsel, dan lain sebagainya. Kemudian, perihal integrated B2B services, TLKM menyediakan sejumlah layanan seperti aplikasi, games, musik, video dan lain-lain.
Atas ragam solusi tersebut, Telkom menekankan bahwa AI menyimpan potensi besar karena akan banyak mengakselerasi bisnis model ataupun proses bisnis korporasi maupun pemerintahan.
“Kami melihat bagaimana penggunaan AI di BUMN dari beberapa riset yang kami lakukan bukan hanya di Telkom, tapi juga seluruh BUMN dapat meningkatkan efisiensi sebesar 30-40%,” sebutnya.
Fajrin optimistis, sinergi TLKM di sektor AI akan mampu menaikkan pendapatan perseroan ke depan. “Kalau dari sisi angkanya, masih kami kalkulasi. Tapi, kalau bicara sinergi, bisa dalam bentuk menaikkan revenue, juga bisa menjadi sarana revenue baru atau meningkatkan efisiensi yang berada di Telkom,” tutup dia.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






