Kenapa Saham RATU Tumbang?
JAKARTA, investor.id – Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) terjungkal 6,8% ke level Rp 5.100 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/3/2025). Saham RATU bahkan sempat menyentuh level Rp 4.830 atau terpangkas 11,7%.
Saham anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) – perusahaan milik Happy Hapsoro, suami Puan Maharani – tersebut belakangan ini cenderung tertekan. Dalam sepekan terakhir, saham RATU ambles 14,6%. Sebulan terakhir ambruk 29,1%.
Penurunan tajam harga saham RATU hari ini terjadi setelah manajemen Raharja Energi Cepu (RATU) merilis laporan keuangan tahun 2024.
RATU membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 13,8 juta pada 2024 atau anjlok 42,9% dibandingkan 2023 yang sebesar US$ 24,3 juta.
Laba bruto RATU juga terpangkas 16% menjadi US$ 22,4 juta dari US$ 26,7 juta. Begitu juga dengan laba tahun berjalan, longsor 42,9% menjadi US$ 13,9 juta dari US$ 24,4 juta.
Sedangkan pendapatan bersih RATU sepanjang 2024 meningkat 22,7% menjadi US$ 57,7 juta dibandingkan 2023 yang sebesar US$ 47 juta.
Sementara itu, mengenai aksi Rukun Raharja (RAJA) melepas sebanyak 126.521.500 (4,66%) saham RATU, Sekretaris Perusahaan RAJA Yuni Pattinasarani menjelaskan bahwa pelepasan sebagian saham RATU sebagai bagian dari strategi dalam mengoptimalkan portofolio investasi agar lebih selaras dengan fokus utama bisnis perseroan.
“Pelepasan saham ini juga bertujuan untuk memperkokoh struktur permodalan, memberikan fleksibilitas keuangan bagi perseroan untuk melakukan investasi di proyek-proyek yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi,” tutur Yuni dalam keterangan resmi.
Rekomendasi Saham RAJA
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





