Jumat, 15 Mei 2026

Kenapa Saham RATU Tumbang?

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Mar 2025 | 13:36 WIB
BAGIKAN
Raharja Energi Cepu (RATU). (Foto: Perseroan)
Raharja Energi Cepu (RATU). (Foto: Perseroan)

Rukun Raharja (RAJA) sedang bersiap untuk mengerjakan dua proyek baru. Pertama, proyek kompresor gas dengan potensi pendapatan sebesar US$ 10 juta dan EBITDA senilai US$ 8 juta pada 2026.

Kedua, proyek pembangunan jaringan pipa bahan bakar yang diproyeksikan berkontribusi pada pendapatan sebesar US$ 18,7 juta dan EBITDA senilai US$ 16,7 juta pada 2027.

“Dengan dua proyek tersebut serta peningkatan volume penjualan gas sebesar 2% yoy menjadi 18,4 mmbtu dan spread gas sebesar US$ 2,3/mmbtu, RAJA dapat membukukan pendapatan US$ 289 juta pada 2026 atau naik 13,2% yoy,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Farras Farhan dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, RAJA juga menjajaki potensi akuisisi blok gas besar. Potensi akuisisi blok gas dengan produksi 330 MMscfd dapat menjadi pendorong ekspor LNG dan penguat keamanan energi.

Jika terwujud, RAJA diperkirakan mencatatkan tambahan EBITDA sebesar US$ 53,9 juta, yang dapat meningkatkan EBITDA 2027 sebesar 74,9% yoy menjadi US$ 143 juta, serta ekspansi margin EBITDA menjadi 44%.

Dengan berbagai faktor tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham Rukun Raharja (RAJA). Target harga saham RAJA dinaikkan menjadi Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 2.200.

Target harga baru yang tampak megah itu berbasis sum of the parts (SOTP), mencerminkan estimasi EV/EBITDA 2025 sebesar 23,3 kali.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia