Banjir Kontrak, Saham Emiten Prajogo Pangestu Bisa Ngegas 48%
JAKARTA, investor.id – Prospek saham PT Petrosea Tbk (PTRO) tahun ini menjanjikan, seiring derasnya pasokan kontrak baru. Analis masih mempertahankan rekomendasi positif dan target harga tinggi saham PTRO, yang dikendalikan PT Pertrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik taipan Prajogo Pangestu.
Berdasarkan riset NH Korindo, perusahaan kontraktor pertambangan, EPC, dan jasa industri migas ini mencetak pertumbuhan pendapatan 24,5% menjadi Rp 10,96 triiliun pada 2024. Dari jumlah itu, segmen bisnis kontraktor tambang menjadi pemasok terbesar, yakni Rp 5,5 triliun.
Namun, pendapatan segmen EPC PTRO melonjak 91% enjadi Rp 4,7 triliun, seiring manuver perseroan beralih ke proyek yang makin menguntungkan.
Sementara itu, tulis NH Korindo, perseroan meraih beberapa kontrak baru sepanjang 2024 sennilai Rp 64,3 triliun. Lalu, perseroan meneken kontrak US$ 1 miliar dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada Januari 2025.
Tahun 2025, tulis NH Korindo, perseroan mengalokasikan capex US$ 400 juta selama 2024-2025. Dana ini kembanyakan dilakukan untuk membeli alat berat demi mengeksekusi kontrak-kontrak baru.
“Akhir 2024, sebesar 33,5% alokasi capex sudah dipakai, sedangkan sisanya digulirkan semester I tahun ini,” tulis NH Korindo, dikutip Minggu (15/3/2025).
Seiring dengan itu, NH Korindo memprediksi laba bersih Petrosea tumbuh kuat tahun ini. Selain kontrak kakap dari Vale, perseroan meraup kontrak pertambangan dan EPC dengan beberapa perusahaan gede, model Pasir Bara Prima, BP Berau, dan Global Bara Mandiri.
MSCI dan Target Harga
NH Korindo mencatat, MSCI memang tidak memasukkan PTRO dalam rebalancing terakhir. Namun, MSCI terbuka dengan masukan para pelaku pasar terkait kemungkinan memasukkan PTRO dalam rebalancing Mei 2025.
Di sisi lain, manuver PTRO yang belakangan getol menggarap segmen EPC diharapkan bisa memitigasi dampak negatif dari penurunan harga batu bara.
NH Korindo memberikan rekomendasi buy saham PTRO dengan target harga Rp 4.300, mencerminkan gain sebesar 48% dari harga terakhir Rp 2.900. Saat ini, PTRO diperdagangkan dengan EV/EBITDA 23,2 kali, sedangkan para pesaing 18,5 kali.
Broker ini memprediksi EBITDA PTRO mencapai Rp 2,68 triliun tahun 2027. Dengan demikian, target harga Rp 4.300 dengan EV/EBITDA 18,6 kali cukup wajar.
“Risko saham PTRO adalah volatilitas harga komoditas, penundaan proyek, dan perubahan kebijakan pemerintah,” tulis NH Korindo.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





