Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Masih Dibayangi Sentimen Negatif Dolar AS
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini masih dibayangi sentimen negatif dolar AS. Kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (17/3/2025) ke Rp 16.382,5 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg.
Kurs rupiah hari ini terlihat melemah, dengan nilai tukar rupiah merosot 32,5 poin (0,20%) menjadi Rp 16.382,5.
Pengamat pasar uang yang juga Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra memperkirakan nilai tukar rupiah menguat, utamanya karena sentimen negatif dolar AS.
“Dolar AS kemungkinan masih dibayangi sentimen negatif karena pasar berekspektasi bahwa kebijakan kenaikan tarif Trump bisa mendorong ekonomi AS mengalami resesi,” jelasnya, Senin.
Berdasarkan laporan survei tingkat keyakinan konsumen terbaru yang dirilis Jumat (14/3/2025), keyakinan menurun di kalangan konsumen AS terhadap kondisi perekonomian AS ke depan. Tercatat, data Michigan Consumer Sentiment AS dirilis sebesar 57,9 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 64,7.
Data inflasi konsumen AS yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yakni 2,8% dari 3%. Inflasi yang lebih rendah ini dinilai membuka peluang pemangkasan suku bunga acuan lanjutan oleh The Federal Reserve (The Fed).
“Oleh karena itu, ada peluang penguatan rupiah hari ini terhadap dolar AS ke arah area support di Rp 16.200, dengan potensi resisten di kisaran Rp 16.400,” ungkap Aris.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin pagi di Jakarta menguat sebesar 21 poin atau 0,14% ke level Rp 16.329 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di level Rp 16.350 per dolar AS.
Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2025 di Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menjelaskan rupiah terhadap nilai tukar dolar AS pada akhir 2024 berada pada level Rp 16.162 per dolar AS, dengan rata-rata level dalam setahun Rp 15.847 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terus melemah sejak Januari 2025, dengan catatan pada 10 Maret 2025 sebesar Rp 16.340 per dolar AS dan rata-rata tahun berjalan (YTD) Rp 16.309 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






