Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari ini, Dipicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Selasa pagi (18/3/2025). Hal itu dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.06 WIB di pasar spot exchange, Rupiah menguat 13,5 poin (0,08%) ke level Rp 16.392,5 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Senin (17/3/2025), mata uang rupiah sempat ditutup melemah 56 poin (0,34%) berada di level Rp 16.406 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar terpantau naik 0,12 poin menjadi 103,4. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat turun 18 poin di level 4,29%.
Dikutip dari Reuters, dolar AS terus terpuruk mendekati level terendah lima bulan terhadap euro dan mata uang utama lainnya pada Selasa (18/3/2025), di tengah kekhawatiran pasar terhadap dampak ekonomi dari meningkatnya ketegangan perdagangan global.
Kebijakan tarif agresif Presiden AS Donald Trump memicu ketakutan akan perlambatan ekonomi yang lebih luas. Hal ini melemahkan dolar, terutama setelah serangkaian survei sentimen menunjukkan hasil yang suram.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, telah turun sekitar 6% dari puncaknya di 110,17 pada pertengahan Januari. Terakhir, indeks ini berada di level 103,44, masih kesulitan bangkit dari titik terendah lima bulan di 103,21 yang disentuh Selasa lalu.
Data penjualan ritel AS yang dirilis Senin (17/3/2025) juga gagal memberikan dorongan bagi dolar. Meskipun mengalami rebound moderat di Februari, data Januari direvisi turun dengan penurunan 1,2%.
Sementara itu, euro bertahan di sekitar US$ 1,0919 menjelang pemungutan suara terkait paket stimulus besar Jerman. Mata uang ini tidak jauh dari level tertinggi sejak 11 Oktober di US$ 1,0947 yang dicapai pekan lalu. Pada Senin, Mahkamah Konstitusi Jerman menolak gugatan oposisi terhadap rencana stimulus yang diajukan pemerintah koalisi baru. Ini membuka jalan bagi parlemen untuk membahas paket stimulus pada Selasa.
Stimulus tersebut mencakup dana sebesar 500 miliar euro (US$ 544 miliar) untuk infrastruktur serta perubahan aturan utang guna memperkuat sektor pertahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi terbesar di Eropa itu.
Kebijakan Moneter Bank Sentral
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






