Kamis, 14 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Dapat Sentimen Positif Surplus Neraca Perdagangan RI

Penulis : Grace El Dora
18 Mar 2025 | 13:22 WIB
BAGIKAN
Petugas menyusun uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Petugas menyusun uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini mendapat sentimen positif dari surpluls neraca perdagangan RI. Namun kurs rupiah masih terlihat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (18/3/2025) ke level Rp 16.478 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg.

Kurs rupiah hari ini melemah, dengan nilai tukar rupiah amles 72 32,5 poin (0,44%) menjadi Rp 16.478.

Pengamat pasar uang yang juga Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra mengatakan neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2025 yang surplus bisa memberikan sentimen positif ke nilai tukar rupiah.

ADVERTISEMENT

"Neraca perdagangan RI bulan Februari yang kembali surplus dan juga stimulus yang dikeluarkan pemerintah China di hari Minggu (16/3/2025) kemarin bisa memberikan sentimen positif ke rupiah," paparnya dalam catatan Selasa.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia surplus US$ 3,12 miliar atau turun sebesar US$ 0,38 miliar secara bulanan.

Surplus pada Februari 2025 lebih ditopang pada surplus pada komoditas nonmigas yang sebesar US$ 4,84 miliar yang terdiri dari lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Selain itu, faktor lainnya adalah data penjualan ritel AS pada Februari 2025 yang lebih rendah dari ekspektasi pasar yaitu sebesar 0,2% dari perkiraan 0,6%. Penjualan ritel AS yang dalam tekanan ini bisa membantu ekonomi AS terhindar dari tekanan inflasi.

"Indeks dolar AS masih dalam tekanan, pagi ini masih bergerak di kisaran 103,40-an. Tekanan terhadap indeks dolar AS ini karena pasar masih melihat ekonomi AS dalam tekanan," kata Ariston.

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih khawatir dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang terus mengeluarkan kebijakan kenaikan tarif ke negara-negara partner dagang. Kebijakan kenaikan tarif ini bisa memicu perang dagang yang berujung pada pelambatan ekonomi, dan mendorong pelaku pasar melepas aset berisiko lagi.

Kemudian, perang baru yang dimulai oleh AS terhadap kelompok perlawanan Houthi di Yaman bisa mendukung penguatan dolar AS.

"Hari ini, masih ada peluang rupiah menguat ke arah Rp 16.300, yang di sisi lain, potensi pelemahan ke arah Rp 16.450," tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 59 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia