Jumat, 15 Mei 2026

Kas Tebal Chandra Asri (TPIA)

Penulis : Ghafur Fadillah
18 Mar 2025 | 18:51 WIB
BAGIKAN
Pabrik Chandra Asri Pacific.
Pabrik Chandra Asri Pacific.

JAKARTA, investor.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat pendapatan sebesar US$ 1,78 miliar atau sekitar Rp 29 triliun sepanjang 2024. Pendapatan tersebut terdiri dari bisnis kimia sebesar US$ 1,684 miliar dan bisnis infrastruktur senilai US$ 100,8 juta.

Perusahaan juga mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan likuiditas sebesar US$ 2,4 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari kas dan setara kas sebesar US$ 1,4 miliar, surat berharga yang dapat diperdagangkan sebesar US$ 0,8 miliar, serta fasilitas kredit revolving yang telah tersedia senilai US$ 0,2 miliar.

"Fondasi yang kokoh ini memungkinkan kami untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang serta berkontribusi pada pengembangan industri dan ekonomi Indonesia," ujar Direktur Chandra Asri Group, Suryandi, dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/3/2025).

ADVERTISEMENT

Suryandi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas masuknya Pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik Chandra Asri Group dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, hal ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC), fasilitas ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan kimia secara signifikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Suryandi menambahkan bahwa soda kaustik akan mendukung industri utama seperti pemurnian alumina, pemurnian nikel, dan produksi baterai kendaraan listrik. Sementara itu, EDC akan menjadi komponen penting dalam produksi PVC untuk sektor konstruksi.

"Inisiatif ini akan memperkuat hilirisasi industri, mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta selaras dengan visi pemerintah untuk pembangunan nasional," ujarnya.

Ekspansi

Melalui anak usaha PT Chandra Daya Investasi (CDI), Chandra Asri Group memperoleh pinjaman berjangka tujuh tahun senilai Rp 2 triliun dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Pinjaman ini akan digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur strategis dan berkelanjutan.

"Pendanaan ini akan mendukung operasional CDI, ekspansi bisnis, serta modal kerja, sehingga memungkinkan perusahaan mempercepat investasi dalam energi terbarukan, pengelolaan air berkelanjutan, efisiensi energi, serta inisiatif aset hijau lainnya," ungkap Suryandi.

Selain itu, Chandra Asri Group juga berinvestasi dalam unit pengumpulan minyak jelantah (UCO) milik Biofront, TUKR. Perusahaan ini mengelola seluruh siklus hidup minyak jelantah, mulai dari pengumpulan dan penyimpanan hingga pengolahan menjadi bahan bakar hijau.

"Investasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam mendukung pengembangan biofuel berkelanjutan, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang diproduksi dari bahan baku berbasis limbah," tambahnya.

Di sisi lain, proses pembelian aset kilang dan kimia Shell oleh Chandra Asri Group telah mendapatkan persetujuan yang diperlukan. Saat ini, transaksi tersebut berada dalam tahap akhir dan diharapkan dapat segera difinalisasi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia