Ada Apa dengan BBCA BBRI Cs?
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup longsor sebesar 249,55 poin (3,84%) ke level 6.223,3 pada Selasa (18/3/2025). Ini melanjutkan pelemahan empat hari beruntun.
Saham 4 big banks berguguran. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI -3,92% ke Rp 3.680; saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA -3,49% ke Rp 8.300; saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI -3,23% ke Rp 3,23%; dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) -3,21% ke Rp 4.530.
Keempatnya pun merajai daftar saham dengan net sell asing paling besar kemarin. BBCA kena net sell asing hingga Rp 1,52 triliun; BMRI net sell asing Rp 632,69 miliar, BBRI net sell asing Rp 353,78 miliar; dan BBNI net sell asing Rp109,94 miliar.
Sementara itu, Verdhana Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan pada 11 Maret 2025 mengungkap bahwa ytd 7 Maret 2025, bank-bank besar Indonesia melihat tekanan jual yang besar dari investor asing, dengan arus keluar US$ 959 juta, atau 83% dari total penjualan asing bersih di pasar sebesar US$ 1,2 miliar.
Meskipun ada tekanan jual seperti itu, dari sudut pandang taktis, Verdhana menilai bank-bank besar Indonesia belum keluar dari kesulitan, karena prospek ekonomi makro jangka pendek tetap menantang.
Selain itu, pengganda pertumbuhan PDB terhadap pinjaman, yang pada dasarnya mengukur seberapa besar pertumbuhan pinjaman mendorong pertumbuhan PDB, menurun.
“Kami mengaitkan hal ini dengan lebih banyak pinjaman yang diberikan kepada sektor padat modal dibandingkan dengan nasabah peminjam padat karya. Beberapa sektor padat modal terkait dengan hilirisasi mineral dan/atau perkebunan. Kami juga berpikir bahwa hal ini dapat disebabkan oleh beberapa pencairan pinjaman untuk akuisisi,” sebut Verdhana dikutip Rabu (19/3/2025).
Namun, dari sudut pandang fundamental, bank-bank besar tetap tangguh. Memang, menurut Verdhana, bank-bank besar ini secara fundamental tetap sehat, meskipun dengan beberapa variasi.
“Secara khusus, kami pikir segmen korporasi telah mengungguli segmen pasar massal. Pandemi pada tahun 2020-2023 menyebabkan bank-bank besar (yang berfokus pada segmen korporasi) mengungguli bank-bank kecil dan yang berfokus pada segmen pasar massal,” papar Verdhana.
Target Harga
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






