Jumat, 15 Mei 2026

Ada Apa dengan BBCA BBRI Cs?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Mar 2025 | 07:29 WIB
BAGIKAN
Penggiat bursa memantau pergerakan saham. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Penggiat bursa memantau pergerakan saham. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Berikut target harga dari Verdhana untuk keempat saham bank

BBCA — Verdhana menetapkan TP sebesar Rp 12.600 menggunakan analisis DuPont dengan parameter utama sebagai berikut: tingkat bebas risiko 6,5%, premi risiko ekuitas 7,8%, beta 0,8x, dan ROAE yang disesuaikan CAR sebesar 24,5%. TP Verdhana menyiratkan P/B FY25F 5,4x (vs valuasi harga saat ini 4,2x) dan P/E FY25F 26,0x (vs valuasi harga saat ini 21,0x). Risiko penurunan utama adalah tren ekonomi yang memburuk, persaingan likuiditas yang lebih ketat, dan/atau biaya kredit dan pertumbuhan opex yang lebih tinggi.

BMRI — Verdhana menetapkan TP sebesar Rp 7.600 berdasarkan analisis DuPont, dengan asumsi tingkat bebas risiko 6,5%, premi risiko ekuitas 7,8%, pertumbuhan 11,0%, beta 1,05x, dan ROAE yang disesuaikan CAR sebesar 19,5%. Verdhana juga menggunakan buku 2025F sebagai referensi. Kelipatan tersirat pada TP Verdhana adalah 2,3x buku 2025F dan 12,4x laba 2025F (dibandingkan dengan kelipatan saat ini masing-masing 2,5x dan 13,7x). Risiko utama menurut pandangan Verdhana adalah tren ekonomi makro yang memburuk, perubahan regulasi yang tidak menguntungkan, persaingan likuiditas yang lebih ketat (yang akan meningkatkan biaya pendanaan), memburuknya kualitas kredit (yang akan meningkatkan biaya kredit), dan opex yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

BBRI — TP Verdhana sebesar Rp 5.000 didasarkan pada analisis DuPont, dengan tingkat bebas risiko 6,5%, premi risiko ekuitas 7,8%, pertumbuhan ROE 9,3%, beta 0,85x, dan ROAE yang disesuaikan CAR sebesar 18,0%. Verdhana juga menggunakan nilai buku 2025F sebagai referensi. Kelipatan tersirat pada TP kami adalah 2,3x BVPS 2025F dan 12,5x EPS 2025F. Risiko penurunannya termasuk tren ekonomi makro yang memburuk, perubahan regulasi yang tidak menguntungkan, dan persaingan likuiditas yang lebih ketat, yang dapat meningkatkan biaya pendanaan. Perubahan manajemen dapat memengaruhi kebijakan penghapusan utang bank dan dengan demikian, biaya kredit. Hal ini pada akhirnya akan memengaruhi laba jangka pendek bank, menurut pandangan Verdhana.

BBNI — Verdhana menetapkan TP sebesar Rp 6.250 berdasarkan analisis DuPont, dengan asumsi tingkat bebas risiko sebesar 6,5%, premi risiko ekuitas sebesar 7,8%, pertumbuhan sebesar 8,5%, beta 1,0x, dan ROAE yang disesuaikan CAR sebesar 16,5%. Verdhana juga menggunakan buku 2025F sebagai referensi. Kelipatan tersirat pada TP Verdhana adalah 1,3x buku 2025F dan 10,6x laba 2025F (dibandingkan dengan kelipatan saat ini masing-masing sebesar 1,0x dan 8,1x). Risiko utama menurut pandangan Verdhana adalah tren ekonomi makro yang memburuk, perubahan regulasi yang tidak menguntungkan, dan persaingan likuiditas yang lebih ketat (yang akan meningkatkan biaya pendanaan), dan memburuknya kualitas kredit (yang akan meningkatkan biaya kredit), dan opex yang lebih tinggi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia