Jumat, 15 Mei 2026

Takdir Harga Emas

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Mar 2025 | 10:07 WIB
BAGIKAN
Tampilkan tumpukan emas batangan dari dekat. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)
Tampilkan tumpukan emas batangan dari dekat. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

Secara historis, ketika emas memasuki pasar bull, bitcoin sering kali mandek atau menurun. Kedua aset tersebut jarang bergerak bersamaan, meskipun ada periode sesekali ketika keduanya naik atau turun secara bersamaan.

Selama reli signifikan pada emas dan bitcoin dari awal 2019 hingga 2020, emas memimpin pada awalnya. Bitcoin mengikutinya pada Q4 2020, melonjak ke bull run-nya sendiri sementara emas tidak terlalu menonjol. Pada tahun 2022, ketika suku bunga global mulai naik, kedua aset menghadapi tekanan sebelum bangkit kembali pada tahun 2023 dan 2024. Sekarang, pada tahun 2025, pasar menyaksikan perbedaan baru antara keduanya.

Pendiri ByteTree Charlie Morris menggambarkan kenaikan harga emas ini sebagai "demam emas yang sesungguhnya"—sesuatu yang belum pernah terjadi di pasar sejak tahun 2011.

ADVERTISEMENT

"Emas di atas US$ 3.000, perak di atas US$ 24, dan saham emas yang mendapatkan momentum—saya merasa bahwa komunitas kripto belum pernah menyaksikan demam emas yang sesungguhnya. Terakhir kali ini terjadi adalah pada tahun 2011, ketika Bitcoin baru saja naik pada harga $20. Sekarang mereka akan mengalaminya,” katanya dikutip dari Coin Desk.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia