Saham-Saham Terbang hingga ARA saat IHSG Ngebut
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup ngebut sebesar 88,27 poin (1,42%) ke level 6.311,6 pada Rabu (19/3/2025). Ini mengakhiri pelemahan selama empat hari beruntun.
Saham-saham terbang hingga mentok batas auto rejection atas (ARA), salah satunya DCII.
Berdasarkan data RTI, sebanyak 352 saham terpantau naik, 209 saham turun, dan 241 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 14,17 triliun. Volume perdagangan sebanyak 18,38 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.103.453 kali.
Seluruh sektor saham menghijau pada penutupan pasar hari ini. Penguatan terbesar terjadi pada sektor teknologi 9,6%. Diikuti pengguatan di sektor energi 2%, sektor barang baku 1,7%, sektor infrastruktur 1%, dan sektor properti 0,9%.
Sementara itu, saat IHSG hari ini jatuh, indeks saham Asia bervariasi. Nikkei (Jepang) jatuh 0,2% dan Shanghai (China) turun 0,1%. Sedangkan Hang Seng (Hong Kong) naik 0,1% dan Straits Times (Singapura) menguat 0,3%.
Saat IHSG hari ini meningkat, saham-saham terbang hingga mentok batas auto rejection atas (ARA) dan masuk daftar top gainers. Sebab, melonjak hingga 25% dalam sehari.
Saham ARA
Saham-saham ARA tersebut adalah PT Lion Metal Works Tbk (LION) melonjak 25% menjadi Rp 490 dan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) melejit 24,7% menjadi Rp 1.235.
Diikuti saham PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) melesat 24,1% menjadi Rp 298 dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 19,9% menjadi Rp 138.950.
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, Sri Mulyani dan OJK bergerak langsung membuat IHSG hari ini kinclong.
“Pulihnya kepercayaan pasar tampaknya ditopang dari tanggapan langsung Menteri keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa tetap berada di dalam kabinet,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (19/3/2025).
Sedangkan katalis lainnya, Pilarmas menyebut berasal dari OJK yang resmi berlakukan ketentuan buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berlaku selama enam bulan sejak tanggal dikeluarkan, yaitu 18 Maret 2025.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






