Saham BBRI Kenapa Lagi? Senin Ketok Dividen
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,35% ke Rp 3.660 pada perdagangan Kamis (20/3/2025), setelah sempat menghijau 0,82% di hari sebelumnya.
Sebanyak 313,03 juta saham BRI ditransaksikan, frekuensi 45.441 kali, dan nilai transaksi Rp 1,15 triliun.
Saham BBRI tertekan di tengah distribusi besar. Broker DBS Vickers Sekuritas mencatatkan net sell BBRI Rp 133,7 miliar, dan Maybank Sekuritas net sell Rp 91,3 miliar.
Asing juga banyak melepas saham Bank Rakyat Indonesia dengan membukukan net sell Rp 316 miliar, dan nilai transaksi jual keseluruhan Rp 782 miliar.
MNC Sekuritas dalam ulasannya menyebut BBRI terkoreksi 1,35% ke Rp 3.660 disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di bawah MA20.
“Selama BBRI masih mampu berada di atas 3.500 sebagai stoploss-nya, maka posisi BBRI saat ini sedang berada di awal wave 3,” terang MNC Sekuritas, Jumat (21/3/2025).
Broker tersebut merekomendasikan BBRI buy on weakness di rentang 3.540-3.640. Dengan target price 3.890, 4.130. Stoploss below 3.500.
Dividen
Sementara itu, hilal dividen final tahun buku 2024 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terlihat.
Menurut Sucor Sekuritas, rasio dividen final 2024 kemungkinan 85% atau Rp 30,8 triliun, sehingga per saham mencapai Rp 204.
BNI Sekuritas (BNIS) masih mempertahankan rekomendasi buy BBNI dallam 12 bulan ke depan dan hold untuk tiga bulan. Target harganya Rp 4.700 untuk jangka waktu 12 bulan.
Katalis baru saham BBRI, tulis BNIS, adalah RUPS pada Maret yang akan membahas dividen final. Sama seperti Sucor, BNIS menaksir yield dividen final BBRI berkisar 5,6-6,1%, sedangkan total berkisar 9,3-9,8%.
Adapun keputusan mengenai dividen akan diketok dalam RUPST BBRI pada Senin, 24 Maret 2025 pekan depan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






