Wall Street Terguncang Hebat Gegara Perang Tarif Trump dan China
China tidak hanya menerapkan tarif balasan, tetapi juga menambahkan sejumlah perusahaan AS ke dalam ‘daftar entitas tak dapat dipercaya’, dengan alasan melanggar aturan pasar dan komitmen kontraktual. Pemerintah China juga membuka penyelidikan antimonopoli terhadap DuPont, yang menyebabkan saham perusahaan itu anjlok hampir 13%.
Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun kembali di bawah 4% karena investor beralih ke aset aman. Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai indikator ketakutan Wall Street, melonjak di atas level 40, angka ekstrem yang biasanya muncul saat pasar jatuh dengan cepat.
Meski pasar tertekan, Presiden Trump tetap teguh pada kebijakan tarifnya. Dalam unggahan di Truth Social pada Jumat, ia menegaskan bahwa ‘kebijakan saya tidak akan berubah’.
“Ketakutan terbesar menjelang akhir pekan ini adalah perang dagang akan semakin memburuk, dan AS tidak akan mundur,” kata Kepala Strategi Global di Freedom Capital Markets Jay Woods.
Secara keseluruhan, S&P 500 mencatat penurunan 9% sepanjang pekan ini, pekan terburuk sejak awal wabah Covid-19 pada 2020.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






