Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Kembali Menguat Seiring Penundaan Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
10 Apr 2025 | 13:17 WIB
BAGIKAN
Karyawan menghitung uang di BSI KC Semarang Ahmad Yani, Semarang, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Karyawan menghitung uang di BSI KC Semarang Ahmad Yani, Semarang, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah hari ini kembali menguat dipengaruhi penundaan penerapan kebijakan tarif oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Rupiah kembali ke zona penguatan seiring penundaan tarif Trump, sebut Analis Bank Woori Saudara Rully Nova.

Kurs rupiah hari ini kembali kuat dengan nilai tukar rupiah melonjak 99 poin (0,59%) menjadi Rp 16.773,5 terhadap dolar AS, menurut data Bloomberg yang diakses Kamis (10/4/2025).

"Rupiah hari ini diperkirakan ditutup menguat di kisaran Rp 16.775-16.870 yang dipengaruhi oleh faktor global, yaitu penundaan penerapan tarif oleh Presiden Trump," terang Rully, Kamis.

ADVERTISEMENT

Kemarin, Trump mengumumkan lebih dari 75 negara akan diberikan penangguhan selama 90 hari dari tenggat waktu Rabu (9/4/2025), yang mana sebelumnya akan dikenakan tarif lebih tinggi dari batas dasar 10%. Bahkan dalam beberapa kasus, tarifnya bisa jauh lebih tinggi.

Trump mengatakan penangguhan itu diberikan karena negara-negara tersebut telah menghubungi mitra mereka di AS untuk mencari solusi terkait isu-isu perdagangan, hambatan dagang, tarif, manipulasi mata uang, dan tarif nonmoneter.

Presiden Trump juga menambahkan, negara-negara tersebut tidak melakukan tindakan balasan terhadap Amerika Serikat dalam bentuk apa pun.

“Untuk faktor domestik, sentimen positif berasal dari level inflasi yang rendah sebesar 1,03% secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada Maret 2025,” tambah Rully.

Selain itu, juga adanya harapan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).

"Ruang penurunan suku bunga oleh BI cukup besar karena inflasi masih sangat rendah. Alasan yang mendasar lebih pada menjaga momentum pertumbuhan agar tidak terjadi stagnasi ekonomi," imbuhnya.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi di Jakarta menguat sebesar 40 poin atau 0,24% ke level Rp 16.833 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 16.873 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia