Jumat, 15 Mei 2026

Saham Perbankan Melesat

Penulis : M. Ghafur Fadillah
27 Apr 2025 | 16:28 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di mainhall BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di mainhall BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Euforia musim pembagian dividen kembali menjadi katalis positif bagi saham-saham perbankan nasional. Dalam sepekan terakhir, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), hingga PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), mencatatkan penguatan signifikan, setelah sebelumnya sempat tertekan aksi jual asing.

Harga saham BBCA naik 1,18% ke Rp 8.600 per saham dalam satu minggu terakhir. Diikuti BBRI yang menguat 2,75% ke level Rp 3.740, BBNI bertambah 3,96% ke Rp 4.200, diikuti oleh sesama himbara yakni BMRI yang melesat hingga 6,52% ke level Rp 4.900 per saham dan BBTN dengan kenaikan tertinggi mencapai 9,52% ke level Rp 1.035.

Kenaikan saham-saham tersebut turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,46% selama satu pekan terakhir ke level 6.678. Mengingat, saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI merupakan konstituen utama dengan kapitalisasi pasar terbesar, sehingga setiap penguatan harga langsung berdampak signifikan pada pergerakan IHSG.

ADVERTISEMENT

Selain sentimen dari jadwal cum date pembagian dividen tunai, menurut Pendiri Stocknow.id Hendra Wardana, lonjakan saham perbankan dalam sepekan terakhir juga ditopang ekspektasi aliran dana besar dari institusi domestik strategis.

“Danantara Indonesia, sebagai sovereign wealth fund nasional, berpotensi mendistribusikan sebagian dividen jumbo senilai Rp 59,1 triliun yang diterima dari bank-bank BUMN ke pasar saham. Ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio jangka panjang,” ungkap dia kepada Investor Daily, Kamis (24/4/2025).

Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan juga tengah mempersiapkan peningkatan alokasi dana ke saham dari 10% menjadi 20% dalam tiga tahun ke depan. Estimasi tambahan aliran dana mencapai Rp 25 triliun per tahun. Jika kedua arus dana ini terealisasi, Hendra menilai, kekuatan dana domestik akan menjadi penyangga utama terhadap potensi tekanan eksternal.

Katalis lainnya berasal dari upgrade status pasar saham Indonesia menjadi ‘overweight’ oleh UBS. Lembaga keuangan global tersebut menilai, valuasi pasar Indonesia kini sangat atraktif, bahkan mendekati titik terendah saat pandemi, serta didukung kondisi makro yang stabil. UBS juga menilai pasar Indonesia kini lebih defensif dibanding India dan lebih menarik ketimbang Hong Kong yang diturunkan karena risiko global.

Hendra merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham-saham bank besar (big bank), mengingat potensi upside jangka menengah yang tetap terbuka.

Ekonom Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, reli saham perbankan juga didorong oleh meningkatnya minat terhadap aset defensif dan berkualitas tinggi, terutama di tengah volatilitas eksternal serta pelemahan rupiah. “Bank-bank besar dengan fundamental kokoh dan profitabilitas tinggi kembali menjadi pilihan utama investor,” ujar dia.

“Ke depan, sektor perbankan tetap menjanjikan, didukung oleh potensi pelonggaran suku bunga global dan stabilitas domestik. Namun investor tetap perlu mencermati arah kebijakan fiskal setelah Lebaran,” ungkap Felix.

VP, Head of Marketing, Strategy & Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmaranda menyatakan bahwa tren kenaikan IHSG saat ini ditopang oleh beberapa katalis utama. Pertama, musim pembagian dividen tahun buku 2024 yang mendorong minat investor, khususnya dari emiten bigbank dengan rata-rata dividend yield menarik, di atas 5%. Kedua, pasar juga mengantisipasi rilis laporan keuangan kuartal I-2025.

“Contohnya, BBCA yang masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9,8% secara tahunan menjadi Rp 14,1 triliun pada kuartal I-2025. Jika emiten bluechip lainnya menunjukkan kinerja yang solid, hal ini akan menjadi penopang tambahan terhadap kenaikan harga saham di pasar,” ujar Oktavianus. 

Editor: Eva Fitriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia