Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Hari Ini Melemah Tipis Imbas Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Penulis : Grace El Dora
9 Mei 2025 | 11:46 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang yang ditukarkan warga melalui mobil kas keliling di Pasar Badung, Denpasar Bali, Senin (21/4/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Petugas menghitung uang yang ditukarkan warga melalui mobil kas keliling di Pasar Badung, Denpasar Bali, Senin (21/4/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

JAKARTA, investor.id – Rupiah hari ini melemah tipis, imbas ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang telah berkurang. Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto menganggap pelemahan nilai tukar rupiah hari ini masih kuat dipengaruhi oleh sentimen bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut.

“Memang berkurang ekspektasi penurunan suku bunga secara agresif,” jelas Rully Arya Wisnubroto dalam catatan Jumat.

Nilai tukar rupiah hari ini dalam posisi melemah tipis terhadap dolar AS dengan penurunan 21 poin (0,13%) ke posisi Rp 16.523, menurut data Bloomberg yang diakses Jumat (9/5/2025) pukul 11.30 WIB.

ADVERTISEMENT

Xinhua melaporkan, The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25%-4,5% seiring meluasnya kekhawatiran atas tarif yang diberlakukan terhadap mitra dagang utama AS. Hal ini berarti The Fed telah mempertahankan suku bunga sejak pertemuan pada Januari dan Maret 2025.

Gubernur The Fed Jerome Powel menyampaikan pihaknya sedang mengambil posisi wait and see untuk menilai dampak dari kebijakan tarif AS yang dinilai sangat tidak pasti.

Apabila kenaikan besar tarif yang telah diumumkan akan dilanjutkan, ucap Powell, maka akan menghasilkan kenaikan inflasi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan pengangguran. Menurut CME FedWatch tool, terdapat potensi 80% The Fed akan terus mempertahankan suku bunga pada pertemuan pada 18 Juni 2025.

Di sisi lain, Rully menilai kurs rupiah bergerak cukup stabil sepanjang Mei 2025 karena dipengaruhi sentimen global, yaitu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang yang sedikit mereda.

“Sebagian besar mata uang global sudah menguat sejak bulan April terhadap dolar, tapi kemungkinan hal ini bisa bersifat sementara karena tantangan ke depan masih sangat tinggi,” imbuh Rully.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat pagi di Jakarta melemah sebesar 47 poin atau 28% menjadi Rp 16.549 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.502 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia