4 Bulan, Laba BCA (BBCA) Tumbuh 17,4%
JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencetak laba bersih tahun berjalan (bank only) tumbuh 17,41% year on year (yoy) menjadi Rp 20,21 triliun hingga April 2025. Namun demikian, laju pertumbuhan laba itu sebenarnya lebih lambat dibandingkan capaian 3M25 yang tumbuh sampai dengan 24,20% yoy.
Mengacu laporan keuangan BCA pada Kamis (15/5/2025), perolehan laba bersih itu didorong pendapatan bunga bersih yang naik 6,13% (yoy) menjadi Rp 30,34 triliun pada 4M25. Pertumbuhan tertinggi dalam rentang empat bulan belakangan ini.
Dari aspek intermediasi, kredit BCA secara individual mencapai Rp 923,09 triliun. Meningkat 1,25% secara bulanan (month to month/mtm) dan tetap melaju cepat 12,84% yoy pada 4M25. Masih di atas sasaran sepanjang tahun di level 6-8%.
Baca Juga:
BCA (BBCA) Punya UpdateSementara beban bunga BBCA pada 4M25 naik 3,34% yoy menjadi Rp 4,08 triliun, setelah tiga bulan sebelumnya selalu menurun. Secara bulanan, bahkan beban bunga meningkat sampai dengan 8,77%.
Meski begitu, pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) masih terjaga stabil dengan pertumbuhan di kisaran 6%. Selama 4M25, BCA mencatat NII naik 6,58% yoy menjadi Rp 26,26 triliun.
Hasil tersebut ikut terefleksi dari kinerja margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang bergerak menguat secara tahunan dari 5,58% menjadi 5,70%. NIM dari BCA ini realtif selaras dengan target sepanjang tahun yang diperkirakan berada di posisi 5,7-5,8%.
Di sisi lain, perolehan laba bersih BBCA juga didorong pendapatan komisi dan fee senilai Rp 6,13 triliun dengan peningkatan 7,31% yoy hingga 4M25.
Dari sisi pemberat, provisi berhasil melanjutkan penurunan 8,66% yoy menjadi Rp 1,27 triliun. Tetapi tren bulanan, provisi tercatat telah terjadi tren peningkatan sejak Februari 2025. Selanjutnya mendorong cost of credit (CoC) bulan April ke level 0,59% dan sebesar 0,42% pada 4M25, diatas sasaran manajemen perseroan 0,3%.
Likuiditas Mengetat
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






