Jumat, 15 Mei 2026

4 Bulan, Laba BCA (BBCA) Tumbuh 17,4%

Penulis : Prisma Ardianto
15 Mei 2025 | 22:00 WIB
BAGIKAN
Fitur Welma di aplikasi myBCA. (Sumber: BCA)
Fitur Welma di aplikasi myBCA. (Sumber: BCA)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencetak laba bersih tahun berjalan (bank only) tumbuh 17,41% year on year (yoy) menjadi Rp 20,21 triliun hingga April 2025. Namun demikian, laju pertumbuhan laba itu sebenarnya lebih lambat dibandingkan capaian 3M25 yang tumbuh sampai dengan 24,20% yoy.

Mengacu laporan keuangan BCA pada Kamis (15/5/2025), perolehan laba bersih itu didorong pendapatan bunga bersih yang naik 6,13% (yoy) menjadi Rp 30,34 triliun pada 4M25. Pertumbuhan tertinggi dalam rentang empat bulan belakangan ini.

Dari aspek intermediasi, kredit BCA secara individual mencapai Rp 923,09 triliun. Meningkat 1,25% secara bulanan (month to month/mtm) dan tetap melaju cepat 12,84% yoy pada 4M25. Masih di atas sasaran sepanjang tahun di level 6-8%.

ADVERTISEMENT

Sementara beban bunga BBCA pada 4M25 naik 3,34% yoy menjadi Rp 4,08 triliun, setelah tiga bulan sebelumnya selalu menurun. Secara bulanan, bahkan beban bunga meningkat sampai dengan 8,77%.

Meski begitu, pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) masih terjaga stabil dengan pertumbuhan di kisaran 6%. Selama 4M25, BCA mencatat NII naik 6,58% yoy menjadi Rp 26,26 triliun.

Hasil tersebut ikut terefleksi dari kinerja margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang bergerak menguat secara tahunan dari 5,58% menjadi 5,70%. NIM dari BCA ini realtif selaras dengan target sepanjang tahun yang diperkirakan berada di posisi 5,7-5,8%.

Di sisi lain, perolehan laba bersih BBCA juga didorong pendapatan komisi dan fee senilai Rp 6,13 triliun dengan peningkatan 7,31% yoy hingga 4M25.

Dari sisi pemberat, provisi berhasil melanjutkan penurunan 8,66% yoy menjadi Rp 1,27 triliun. Tetapi tren bulanan, provisi tercatat telah terjadi tren peningkatan sejak Februari 2025. Selanjutnya mendorong cost of credit (CoC) bulan April ke level 0,59% dan sebesar 0,42% pada 4M25, diatas sasaran manajemen perseroan 0,3%.

Likuiditas Mengetat

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia