4 Bulan, Laba BCA (BBCA) Tumbuh 17,4%
Dari kinerja tersebut, return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) dari BCA tetap solid, masing-masing sebesar 4,20% dan 24,16% pada 4M25. Baik ROA maupun ROE itu berada di atas sasaran sepanjang tahun, yang masing-masing diperkirakan sebesar 3,6-3,8% dan 21-23%.
Di samping tetap menjaga tingkat profitabilitas dan menjaga kualitas aset di tengah risiko yang meningkat, tantangan nyata BBCA ke depan adalah soal likuiditas yang kian mengetat. Setelah melunak pada Maret, posisi likuiditas BCA kembali menyentuh level 80% pada April 2025.
Buktinya, loan to deposit ratio (LDR) BCA merangkak naik menjadi 80,43% di akhir periode 4M25. Total dana pihak ketiga (DPK) masih meningkat 4,38% yoy menjadi Rp 1.147,75 triliun.
Jika dirinci, instrumen giro masih melaju 7,17% yoy menjadi Rp 365,39 triliun; tabungan meningkat 5,23% yoy menjadi Rp 585,87 triliun; dan deposito turun 2,68% yoy menjadi Rp 196,48 triliun.
Dari komposisi itu, dapat diketahui bahwa dana murah (current account saving account/CASA) mencapai Rp 951,27 triliun atau masih terkerek 5,97% yoy, selaras dengan penurunan nilai deposito. Sehingga rasio CASA ikut terkerek ke posisi 82,88%.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






