Enam Saham Tahan Banting Diramal Naik hingga 30%
JAKARTA, Investor.id – Sebanyak enam saham defensif alias tahan banting diprediksi bisa naik hingga 30% lebih di tengah volatilitas pasar saham yang ditaksir masih tinggi. Keenam saham itu adalah BBCA, AMRT, ARTO, TLKM, ISAT, dan ICBP.
Berdasarkan riset DBS, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) naik tajam, sebesar 16%, menembus level 7.000, setelah menyentuh dasar pada April di kisaran 5.900-6.000. Ini tak lepas dari penundaan eksekusi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).
DBS menilai, sentimen pasar saham makin baik, setelah AS dan China sepakat bernegosiasi, yang hasilnya berupa penurunan tarif bea masuk (BM). Ini akan mampu menahan indeks untuk selalu di atas 7.000.
“Tetapi, kami percaya, volatilitas masih ada, karena penundaan tarif resiprokal hanya sementara dan akan ada aksi profit taking, setelah indeks lari kencang,” tulis DBS dalam riset, dikutip Kamis (22/5/2025).
Dari sisi dalam negeri, DBS menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,9% menjadi 4,8% tahun 2025, seiring rendahnya realisasi kuartal I dan kemungkinan imbas dari penerapan tarif tinggi AS untuk barang Indonesia.
Seiring dengan itu, DBS menurunkan proyeksi pertumbuhan laba bersih emiten di BEI menjadi 5% dari 9%, setelah hasil kuartal I keluar. Kemudian, target IHSG dipangkas dari 7.900 menjadi 7.350 sampai akhir 2025, setara PER 12 kali, -1,5 standar deviasi rata-rata 10 tahun.
Baca Juga:
Strategi Distribusi Langsung Dongkrak Profitabilitas, Target Saham Unilever (UNVR) Dinaikkan“Tarif tinggi AS akan mengerem laju pertumbuhan ekonomi dunia. Tetapi, kami memandang positif prospek saham semester II, lantaran valuasi sekarang atraktif,” tulis DBS.
Saham Pilihan dan Target Harga
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






