Jumat, 15 Mei 2026

Enam Saham Tahan Banting Diramal Naik hingga 30%

Penulis : Harso Kurniawan
22 Mei 2025 | 17:07 WIB
BAGIKAN
Pialang memantau pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. Investor Daily/David Gita Roza
Pialang memantau pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, Investor.id – Sebanyak enam saham defensif alias tahan banting diprediksi bisa naik hingga 30% lebih di tengah volatilitas pasar saham yang ditaksir masih tinggi. Keenam saham itu adalah BBCA, AMRT, ARTO, TLKM, ISAT, dan ICBP.

Berdasarkan riset DBS, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) naik tajam, sebesar 16%, menembus level 7.000, setelah menyentuh dasar pada April di kisaran 5.900-6.000. Ini tak lepas dari penundaan eksekusi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

DBS menilai, sentimen pasar saham makin baik, setelah AS dan China sepakat bernegosiasi, yang hasilnya berupa penurunan tarif bea masuk (BM). Ini akan mampu menahan indeks untuk selalu di atas 7.000.

ADVERTISEMENT

“Tetapi, kami percaya, volatilitas masih ada, karena penundaan tarif resiprokal hanya sementara dan akan ada aksi profit taking, setelah indeks lari kencang,” tulis DBS dalam riset, dikutip Kamis (22/5/2025).

Dari sisi dalam negeri, DBS menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,9% menjadi 4,8% tahun 2025, seiring rendahnya realisasi kuartal I dan kemungkinan imbas dari penerapan tarif tinggi AS untuk barang Indonesia.

Seiring dengan itu, DBS menurunkan proyeksi pertumbuhan laba bersih emiten di BEI menjadi 5% dari 9%, setelah hasil kuartal I keluar. Kemudian, target IHSG dipangkas dari 7.900 menjadi 7.350 sampai akhir 2025, setara PER 12 kali, -1,5 standar deviasi rata-rata 10 tahun.

“Tarif tinggi AS akan mengerem laju pertumbuhan ekonomi dunia. Tetapi, kami memandang positif prospek saham semester II, lantaran valuasi sekarang atraktif,” tulis DBS.

Saham Pilihan dan Target Harga 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia