Jumat, 15 Mei 2026

Kenapa Harga Emas Jadi Begini?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Mei 2025 | 12:44 WIB
BAGIKAN
Emas batangan. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)
Emas batangan. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)

JAKARTA, investor.id - Harga emas (XAU/USD) mengalami tekanan di awal pekan, mencatat penurunan lebih dari 0,50% pada hari Senin (26/5/2025).

Penurunan ini terjadi di tengah menurunnya minat investor terhadap aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa tarif tambahan sebesar 50% terhadap produk asal Uni Eropa ditunda hingga 9 Juli.

Volume perdagangan emas pun cenderung rendah karena libur nasional menutup pasar di Inggris dan Amerika Serikat. Saat laporan ini ditulis pada hari Selasa (27/5/2025), harga emas berada di kisaran US$ 3.336 per troy ounce.

Meski terkoreksi, Andy Nugraha analis dari Dupoin Futures Indonesia, menilai bahwa tren kenaikan emas belum berakhir.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan kombinasi analisis candlestick harian dan indikator teknikal seperti moving average (MA), sinyal jangka menengah emas masih menunjukkan arah naik.

Jika minat beli kembali menguat, harga emas berpotensi menguji dan menembus level resistance di US$ 3.367. Namun, jika terjadi pembalikan arah (reversal), support terdekat di level US$ 3.322 menjadi batas penting yang akan diuji oleh pasar hari ini.

Kondisi pasar global yang sempat membaik setelah pengumuman penundaan tarif oleh Trump memang mengurangi tekanan risiko, sehingga menurunkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, papar Andy, kekhawatiran terkait kondisi fiskal Amerika Serikat tetap membayangi, yang membatasi tekanan turun lebih lanjut. Beberapa pelaku pasar bahkan tetap mempertahankan posisi beli mereka karena kekhawatiran terhadap fiskal AS belum sepenuhnya mereda.

Pekan sebelumnya, XAU/USD mencatat kenaikan mingguan lebih dari 4,86%—kenaikan tertajam sejak awal April 2024. Pendorong utama lonjakan ini adalah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, ditambah tekanan dari Presiden Trump kepada Apple agar memindahkan produksi ke dalam negeri.

“Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan dan retorika Trump menjadi katalis yang mendorong harga emas dari US$ 3.287 ke level tertinggi mingguan di US$ 3.365,” sebut Andy.

Pilihan Strategis

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia