Harga Emas Naik, Pasar Pantau Ketat Negosiasi Dagang AS dan China
Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut memengaruhi pergerakan harga emas. Rusia dilaporkan telah menguasai wilayah baru di kawasan Dnipropetrovsk, Ukraina bagian timur-tengah. Kremlin menyebut pertempuran ini bertujuan menciptakan zona penyangga.
Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas sebagai aset safe haven menjadi pilihan yang lebih menarik. Terlebih, di tengah tren suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap mampu bersaing.
Para pelaku pasar kini juga menantikan data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat (13/6/2025). Data tersebut menjadi indikator penting untuk menilai kondisi ekonomi AS sekaligus arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Sementara itu, data akhir pekan menunjukkan bahwa bank sentral China kembali menambah cadangan emasnya pada Mei, menjadikannya pembelian emas selama tujuh bulan berturut-turut.
Untuk logam mulia lainnya, harga platinum di pasar spot melonjak 3,8% menjadi US$ 1.213,8 per ons, tertinggi sejak Mei 2021. Harga perak naik 2,3% ke level US$ 36,7 per ons, dan palladium menguat 3% ke posisi US$ 1.077,9.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






