Indonesia Bisa Himpun Rp 32,6 Triliun dari Obligasi Syariah Dolar AS
JAKARTA, investor.id – Indonesia berencana untuk menghimpun dana hingga US$ 2 miliar (hingga Rp 32,6 triliun) dari penerbitan obligasi syariah berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS), ungkap dua sumber yang mengetahui hal tersebut seperti dikutip Reuters, Rabu (16/7/2025).
Pada Rabu meluncurkan sukuk berdenominasi dolar AS dengan tenor lima tahun dengan panduan harga awal 4,85%. Ini bersamaan dengan peluncuran sukuk hijau (green sukuk) berdurasi 10 tahun dengan bunga 5,5%, menurut lembar persyaratan yang ditinjau Reuters.
Dokumen tersebut tidak merinci besaran penerbitan, sedangkan pemerintah Indonesia belum memberikan komentar resmi.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan Indonesia pada Selasa (15/7/2025), dengan tarif 19% untuk barang-barang dari Indonesia, turun dari tarif 32% yang diusulkannya awal tahun ini.
Juru bicara Presiden Prabowo Subianto mengatakan, kesepakatan perdagangan tercapai setelah "perjuangan luar biasa" dalam negosiasi yang menghasilkan pengurangan tarif AS yang diusulkan untuk Indonesia.
Kesepakatan ini merupakan salah satu dari segelintir kesepakatan yang dicapai sejauh ini oleh pemerintahan Trump menjelang batas waktu negosiasi 1 Agustus 2025.
Ekuitas Indonesia naik ke titik tertingginya dalam sebulan setelah berita tersebut. Kenaikan ini berlawanan dengan pergerakan pasar ekuitas Asia yang umumnya lesu karena investor meredam ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

