Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Bisa Himpun Rp 32,6 Triliun dari Obligasi Syariah Dolar AS

Penulis : Grace El Dora
16 Jul 2025 | 17:41 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (2/1/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri)
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (2/1/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri)

Di hari yang sama Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga, yaitu keempat kalinya sejak September 2025. Ia mengatakan, kesepakatan tarif yang direvisi dengan AS berdampak positif bagi perekonomian Indonesia di tengah melemahnya perdagangan global dan melambatnya permintaan domestik.

Rupiah stabil setelah keputusan kebijakan tersebut.

Obligasi sukuk tersebut diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Indonesia III, dengan pemerintah Indonesia bertindak sebagai obligor, menurut laporan tersebut. Lebih lanjut dikatakan, obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura dan Nasdaq Dubai.

ADVERTISEMENT

Obligasi tersebut akan memiliki peringkat kredit yang sejalan dengan peringkat negara Indonesia, yaitu Baa2 oleh Moody's, BBB oleh S&P, dan BBB oleh Fitch.

Indonesia akan menggunakan dana tersebut untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan umumnya. Dana dari sukuk hijau tenor 10 tahun akan digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali pengeluaran hijau yang memenuhi syarat, menurut dokumen tersebut.

Deutsche Bank dan HSBC adalah koordinator bersama untuk penataan hijau (joint green structuring coordinators). 

Bank of America, Deutsche Bank, Dubai Islamic Bank, HSBC, dan Mandiri Securities bertindak sebagai bookrunner. Sementara BRI Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas Indonesia bertindak sebagai co-manager, menurut dokumen tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia