Indonesia Bisa Himpun Rp 32,6 Triliun dari Obligasi Syariah Dolar AS
Di hari yang sama Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga, yaitu keempat kalinya sejak September 2025. Ia mengatakan, kesepakatan tarif yang direvisi dengan AS berdampak positif bagi perekonomian Indonesia di tengah melemahnya perdagangan global dan melambatnya permintaan domestik.
Rupiah stabil setelah keputusan kebijakan tersebut.
Obligasi sukuk tersebut diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Indonesia III, dengan pemerintah Indonesia bertindak sebagai obligor, menurut laporan tersebut. Lebih lanjut dikatakan, obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura dan Nasdaq Dubai.
Obligasi tersebut akan memiliki peringkat kredit yang sejalan dengan peringkat negara Indonesia, yaitu Baa2 oleh Moody's, BBB oleh S&P, dan BBB oleh Fitch.
Indonesia akan menggunakan dana tersebut untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan umumnya. Dana dari sukuk hijau tenor 10 tahun akan digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali pengeluaran hijau yang memenuhi syarat, menurut dokumen tersebut.
Deutsche Bank dan HSBC adalah koordinator bersama untuk penataan hijau (joint green structuring coordinators).
Bank of America, Deutsche Bank, Dubai Islamic Bank, HSBC, dan Mandiri Securities bertindak sebagai bookrunner. Sementara BRI Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas Indonesia bertindak sebagai co-manager, menurut dokumen tersebut.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

