Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Emiten Ini Melonjak 386%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Jul 2025 | 07:34 WIB
BAGIKAN
PAM Mineral (NICL). Ist
PAM Mineral (NICL). Ist

Menurutnya, di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil dan turut berdampak pada perekonomian dalam negeri, pihaknya tetap merasa puas dengan kinerja operasional dan keuangan perseroan pada kuartal II-2025.

Perseroan mencatatkan pertumbuhan jumlah aset pada semester I-2025 sebesar Rp 1,09 triliun atau tumbuh sekitar 4,73% dibandingkan dengan jumlah aset pada tahun 2024 yaitu sebesar Rp 1,05 triliun.

Pada periode Juni 2025, perseroan mencatatkan penurunan jumlah liabilitas di mana pada periode tersebut perseroan mencatatkan Rp 150,69 miliar jumlah liabilitas dibandingkan dengan periode Desember 2024 sebesar Rp 171,92 miliar. Perseroan juga tidak memiliki utang bank jangka panjang.

Di sisi lain, total ekuitas perseroan mengalami peningkatan dari Rp 878,18 miliar menjadi Rp 949,13 miliar pada periode semester satu tahun 2025, hal ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba tahun berjalan perseroan yang sangat signifikan.

ADVERTISEMENT

PAM Mineral (NICL) memperkirakan pada semester dua tahun 2025 ini, harga nikel masih bergerak fluktuatif imbas dari kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat yang masih menghantui stimulus ekonomi global ditambah dengan adanya kelebihan pasokan yang dapat menambah tekanan pada harga nikel.

Namun, industri nikel domestik memiliki peluang strategis di mana adanya ketegangan antara China dan negara barat yang membuat banyak negara mencari alternatif pasokan logam kritis, Indonesia dapat memanfaatkan peluang itu sebagai pemain kunci non-China.

Kondisi dan situasi nikel domestik saat ini semakin kompetitif dengan adanya beberapa smelter yang beroperasi dengan berbagai teknologi sehingga hal ini menjadi keuntungan untuk perseroan dengan beberapa jenis kategori (produk) ore yang diproduksi oleh Perseroan sesuai dengan kebutuhan market.

Melihat situasi market domestik saat ini sebagai bagian dari strategi perseroan dengan memperluas jaringan pemasaran melalui upaya menjalin kerjasama dengan beberapa smelter dan trader sehingga wilayah area pemasaran tidak hanya di wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah akan tetapi sampai ke Pulau Obi dan Pulai Halmahera. Selain itu perseroan juga akan membuka peluang untuk mencari beberapa partner strategis dalam rangka pengembangan usaha perseroan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia