Jumat, 15 Mei 2026

Kopdes Merah Putih Meluncur, Saham Bank BUMN Tergelincir

Penulis : Nida Sahara
21 Jul 2025 | 18:09 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Hari ini Presiden Prabowo Subianto meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Peluncuran tersebut dibarengi dengan penurunan saham empat bank pelat merah hingga penutupan perdagangan Senin (21/7/2025).

Mengacu data RTI Business, penurunan terdalam terjadi pada saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang tergelincir 2,49% ke level Rp 1.175 per saham, atau turun 30 poin. Berikutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang merosot 60 poin (-1,27%) menjadi Rp 4.680 per saham pada penutupan perdagangan hari ini. Saham BMRI ditransaksikan sebanyak 103,4 juta lembar dari frekuensi 28.792 transaksi. Adapun, nilai transaksinya sebesar Rp 486 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga tergelincir 1,21% ke level Rp 4.070 per saham atau susut 50 poin. Saham BBNI ditransaksikan 10.379 kali dari volume 35 juta lembar dan nilai transaksinya sebesar Rp 143,5 miliar.

ADVERTISEMENT

Lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga berada di zona merah. Saham bank yang portofolio kreditnya besar di UMKM ini terkoreksi 0,78% atau susut 30 poin ke level Rp 3.830 per saham. 

Saham BBRI ditransaksikan 21.321 kali dari volume 15,9 juta lembar, adapun nilai transaksinya mencapai Rp 345,3 miliar. 

Selain empat bank pelat merah tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan kepada Kopdes Merah Putih. Sama halnya dengan kuartet bank BUMN, saham BRIS pun mengalami koreksi hingga berada di zona merah.

Hingga penutupan perdagangan Senin (21/7/2025), saham BRIS turun 0,71% ke posisi Rp 2.780 per saham. Nilai transaksi sahamnya tercatat Rp 44,1 miliar dari 15,9 juta lembar saham, dan ditransaksikan 8.394 kali.

Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, Himbara memiliki peran begitu vital dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional terutama dari sisi penyediaan likuiditas untuk program-program strategis pemerintah.

Apalagi, program Kopdes Merah Putih ini merupakan program utama yang digagas Presiden Prabowo demi memakmurkan desa dan memajukan koperasi. Sehingga, dalam hal ini peran Himbara adalah sebagai penyedia likuiditas untuk nantinya menyalurkan kredit kepada Kopdes Merah Putih.

Pihaknya pun tidak khawatir dengan adanya koreksi saham Himbara saat ini, lantaran bisa berbalik arah (rebound)  ke depannya. Terlebih, tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) akan terus berlanjut di semester kedua tahun ini,

Sebab, adanya jarak inflasi dan BI Rate terlampau jauh 300 bps lebih. "Dengan adanya penurunan BI Rate ini mampu meningkatkan ekspansi perbankan di bidang likuiditas, sekaliugs juga untuk support Kopdes Merah Putih supaya langkah Kopdes Merah Putih bisa berkembang ke depannya," urai Nafan kepada Investor Daily, Senin (21/7/2025).

Menurut dia, apabila bank memiliki kecukupan likuiditas yang baik, maka bank juga mampu memitigasi potensi risiko juga ke depannya, seperti mencegah pemburukan kualitas kredit dari penyaluran kredit ke Kopdes Merah Putih.

"Jadi dengan fektor tersebut perbankan bisa mampu lebih mudah mitigasi risiko, menekan NPL. Jadi nanti tentu bisa berikan benefit untuk meningkatkan NIM ke depannya," sambung Nafan.

Sebelumnya, Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menilai, penurunan harga saham Himbara belakangan ini juga dinilai menjadi sinyal negatif dari investor terhadap program Kopdes Merah Putih. Dalam hal ini, pemerintah harusnya bisa lebih peka melihat sinyal dari pasar modal.

“Itu sebagai sinyal awal bahwa kebijakan yang tidak investor friendly itu akan dipersepsikan negatif oleh market. Jadi mohon maaf, pengambil kebijakan harus peka terhadap sentimen negatif dari market, itu harus dibaca dan dijawab,” tutur dia kepada Investor Daily


 

Rekomendasi Saham

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia