Kopdes Merah Putih Meluncur, Saham Bank BUMN Tergelincir
JAKARTA, investor.id - Hari ini Presiden Prabowo Subianto meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Peluncuran tersebut dibarengi dengan penurunan saham empat bank pelat merah hingga penutupan perdagangan Senin (21/7/2025).
Mengacu data RTI Business, penurunan terdalam terjadi pada saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang tergelincir 2,49% ke level Rp 1.175 per saham, atau turun 30 poin. Berikutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang merosot 60 poin (-1,27%) menjadi Rp 4.680 per saham pada penutupan perdagangan hari ini. Saham BMRI ditransaksikan sebanyak 103,4 juta lembar dari frekuensi 28.792 transaksi. Adapun, nilai transaksinya sebesar Rp 486 miliar.
Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga tergelincir 1,21% ke level Rp 4.070 per saham atau susut 50 poin. Saham BBNI ditransaksikan 10.379 kali dari volume 35 juta lembar dan nilai transaksinya sebesar Rp 143,5 miliar.
Lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga berada di zona merah. Saham bank yang portofolio kreditnya besar di UMKM ini terkoreksi 0,78% atau susut 30 poin ke level Rp 3.830 per saham.
Saham BBRI ditransaksikan 21.321 kali dari volume 15,9 juta lembar, adapun nilai transaksinya mencapai Rp 345,3 miliar.
Selain empat bank pelat merah tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan kepada Kopdes Merah Putih. Sama halnya dengan kuartet bank BUMN, saham BRIS pun mengalami koreksi hingga berada di zona merah.
Hingga penutupan perdagangan Senin (21/7/2025), saham BRIS turun 0,71% ke posisi Rp 2.780 per saham. Nilai transaksi sahamnya tercatat Rp 44,1 miliar dari 15,9 juta lembar saham, dan ditransaksikan 8.394 kali.
Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, Himbara memiliki peran begitu vital dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional terutama dari sisi penyediaan likuiditas untuk program-program strategis pemerintah.
Apalagi, program Kopdes Merah Putih ini merupakan program utama yang digagas Presiden Prabowo demi memakmurkan desa dan memajukan koperasi. Sehingga, dalam hal ini peran Himbara adalah sebagai penyedia likuiditas untuk nantinya menyalurkan kredit kepada Kopdes Merah Putih.
Pihaknya pun tidak khawatir dengan adanya koreksi saham Himbara saat ini, lantaran bisa berbalik arah (rebound) ke depannya. Terlebih, tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) akan terus berlanjut di semester kedua tahun ini,
Sebab, adanya jarak inflasi dan BI Rate terlampau jauh 300 bps lebih. "Dengan adanya penurunan BI Rate ini mampu meningkatkan ekspansi perbankan di bidang likuiditas, sekaliugs juga untuk support Kopdes Merah Putih supaya langkah Kopdes Merah Putih bisa berkembang ke depannya," urai Nafan kepada Investor Daily, Senin (21/7/2025).
Menurut dia, apabila bank memiliki kecukupan likuiditas yang baik, maka bank juga mampu memitigasi potensi risiko juga ke depannya, seperti mencegah pemburukan kualitas kredit dari penyaluran kredit ke Kopdes Merah Putih.
"Jadi dengan fektor tersebut perbankan bisa mampu lebih mudah mitigasi risiko, menekan NPL. Jadi nanti tentu bisa berikan benefit untuk meningkatkan NIM ke depannya," sambung Nafan.
Sebelumnya, Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menilai, penurunan harga saham Himbara belakangan ini juga dinilai menjadi sinyal negatif dari investor terhadap program Kopdes Merah Putih. Dalam hal ini, pemerintah harusnya bisa lebih peka melihat sinyal dari pasar modal.
“Itu sebagai sinyal awal bahwa kebijakan yang tidak investor friendly itu akan dipersepsikan negatif oleh market. Jadi mohon maaf, pengambil kebijakan harus peka terhadap sentimen negatif dari market, itu harus dibaca dan dijawab,” tutur dia kepada Investor Daily.
Rekomendasi Saham
Mirae Sekuritas menilai saham-saham Himbara mulai menunjukkan perbaikan secara teknikal setelah terkoreksi cukup dalam beberapa bulan terakhir. Nafan menyarankan investor untuk melakukan akumulasi beli (accumulative buy) pada saham-saham Himbara, seiring dengan munculnya sinyal positif, seperti volume transaksi yang mulai meningkat.
Saham BBRI dinilai telah berada di zona oversold, dengan peluang pembalikan arah menuju wave C. Level entrydirekomendasikan di kisaran Rp 3.640-3.720 dengan target bertahap di:
TP1: Rp 3.780 (+2,72%)
TP2: Rp 3.910 (+6,25%)
TP 3: Rp 4.680 (+27,17%)
Support: Rp 3.590 dan Rp 3.480.
Kemudian, Mirae menilai bahwa saham BMRI sedang membentuk fase akumulasi, Nafan menyarankan akumulasi beli dengan prospek teknikal yang didukung peningkatan volume dan sinyal positif RSI.
TP1: Rp 5.075 (+2,11%)
TP2: Rp 5.250 (+5,63%)
TP3: Rp 7.175 (+44,37%)
Support: Rp 4.750 dan Rp 4.530.
Selain itu, Mirae juga menyebut saham BBNI berhasil memantul dari batas bawah dan menunjukkan sinyal rebound. Analis menyarankan akumulasi beli dengan target harga:
TP1: Rp 4.360 (+4,31%)
TP2: Rp 4.540 (+8,61%)
TP3: Rp 5.175 (+23,8%)
Support: Rp 4.050 dan Rp 3.930.
Baca Juga:
Nasib BBCA, BBRI, BMRISelanjutnya adalah BBTN yang disebut menutup gap harga sebelumnya dan bersiap untuk naik. Harga kini bergerak di atas rata-rata MA 20, 60, dan 200. Entry level disarankan di Rp 1.190-1.210 dengan target kenaikan:
TP1: Rp 1.220 (+1,24%)
TP2: Rp 1.265 (+4,98%)
TP3: Rp 1.290 (+7,05)
Support: Rp 1.190 dan Rp 1.155.
Secara keseluruhan, saham-saham bank pelat merah dinilai memiliki prospek teknikal yang menarik untuk jangka pendek hingga menengah, seiring mulai terkonfirmasinya sinyal pembalikan arah. Investor disarankan mencermati area entryyang disarankan dan tetap memperhatikan manajemen risiko.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






