ADRO Mengarah ke Titik Ini
Alamtri Resources Indonesia (ADRO) secara fundamental memiliki fondasi keuangan yang kuat, tapi kinerja melemah. ADRO membukukan pendapatan operasional sebesar US$ 381,6 juta pada kuartal I-2025 atau turun 22% yoy dibandingkan kuartal I-2024 yang sebesar US$ 491,3 juta.
Laba operasional juga turun tajam 52% yoy menjadi US$ 76,5 juta. Laba bersih turun drastis 79% menjadi US$ 87,3 juta dari US$ 426,1 juta.
Dalam hal neraca keuangan, liabilitas ADRO turun menjadi US$ 1,2 miliar dari US$ 1,3 miliar. Ekuitas meningkat menjadi US$ 5,3 miliar dari US$ 5,2 miliar, meskipun sedikit turun dibandingkan akhir tahun lalu. Total aset turun menjadi US$ 6,4 miliar dari US$ 6,7 miliar.
Sedangkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) dan terhadap aset (DAR) menunjukkan perbaikan struktur permodalan. DER ADRO mencapai 0,23 kali dan DAR sebesar 0,19 kali.
“Rasio cakupan bunga (ICR) meningkat menjadi 14,01 kali dari 10,51 kali, menunjukkan kemampuan pembayaran bunga yang lebih baik,” tulis analis Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas dalam risetnya.
Sukarno menilai, struktur keuangan ADRO tetap solid, dengan penurunan utang dan peningkatan rasio likuiditas. Namun, pendapatan dan laba ADRO yang turun tajam pada kuartal I-2025 memberikan tekanan pada margin dan profitabilitas.
Kiwoom Sekuritas memperkirakan nilai wajar ADRO dalam 12 bulan ke depan sebesar Rp 2.020 per saham. Perkiraan harga wajar tersebut mencerminkan rasio P/E sebesar 12,25 kali dan PBV sebesar 0,79 kali.
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli saham ADRO. Risiko utamanya jika bisnis batu bara metalurgi dan termal tertekan oleh transisi energi dan regulasi, sementara energi terbarukan menghadapi tantangan biaya tinggi dan ketergantungan pada insentif pemerintah.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





