Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 23 Juli 2025

Penulis : Indah Handayani
23 Jul 2025 | 15:24 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Nilai tukar rupiah terhadp dolar AS. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
ilustrasi Nilai tukar rupiah terhadp dolar AS. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat lagi pada Rabu (23/7/2025). Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan perdagangan yang luas dengan Jepang, termasuk tarif 15% untuk semua barang impor Jepang, turun dari usulan sebelumnya sebesar 25%.

Rupiah hari ini ditutup menguat lagi sebesar 16,5 poin (0,1%) ke level Rp 16.303. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,01% menjadi 97,39. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat 3,5 poin (0,02%) ke level Rp 16.319,5 pada Selasa (22/7/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, AS mengamankan investasi besar-besaran dari Jepang senilai $550 miliar dalam perekonomian AS melalui kesepakatan tersebut. Perjanjian ini membuka pasar Jepang untuk ekspor AS, termasuk otomotif, produk pertanian, dan produk energi.

ADVERTISEMENT

Surat kabar Mainichi melaporkan bahwa Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba berencana untuk secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada akhir Agustus.

“Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya kritik internal setelah koalisi yang berkuasa, Partai Demokrat Liberal, mengalami kekalahan dalam pemilihan majelis tinggi akhir pekan lalu,” ungkap Ibrahim, Rabu (23/7/2025).

Kemudian, Ibrahim menyebut, perundingan dagang antara Uni Eropa dan AS tampaknya terhenti, menyusul potensi penerapan tarif 30% oleh Gedung Putih atas barang-barang Uni Eropa. Sementara Uni Eropa sedang mempersiapkan paket pembalasan jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu 1 Agustus.

Selain itu, lanjut dia, kekhawatiran baru tentang independensi The Fed yang menambah keresahan pasar. Independensi The Fed dari pengaruh politik merupakan pilar utama kredibilitas bank sentral. “Ketika independensi tersebut dipertanyakan, investor khawatir bahwa kebijakan moneter dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor selain pertimbangan yang berbasis data, yang melemahkan kepercayaan terhadap Dolar AS,” jelas Ibrahim.

Sentimen Internal

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia