Pandangan soal BBRI Terbelah
JAKARTA, investor.id – Kalangan analis berbeda pandangan soal hasil kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI pada semester I-2025. Ada analis menilai bahwa laba bersih BBRI sejalan dengan ekspektasi, tapi ada juga yang menganggap itu di bawah ekspektasi.
BRI (BBRI) membukukan laba bersih konsolidasi Rp 12,7 triliun pada kuartal II-2025, turun 7,8% qoq atau melemah 8,5% yoy. Alhasil, laba bersih selama semester I-2025 mencapai Rp 26,3 triliun atau turun 11,5% yoy.
Baca Juga:
Saham BMRI Tetiba Diserbu“Capaian itu lebih rendah dari estimasi kami (43,9% dari target 2025) dan konsensus (45%),” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi dan Brandon Boedhiman dalam risetnya, yang dikutip pada Senin (4/8/2025).
Pelemahan laba bersih BBRI terutama disebabkan oleh implementasi IFRS 17 di BRI Life, yang menyebabkan pergeseran pendapatan premi bersih dan jasa asuransi menjadi rugi Rp 1 triliun dibandingkan laba Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2025.
Baca Juga:
Hitung Ulang Saham BBCA, Ini HasilnyaDalam IFRS 17, menurut Prasetya, premi tidak lagi dibukukan di muka dan biaya operasional dialokasikan ke liabilitas asuransi, yang meningkatkan pos beban lain-lain.
Adapun pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 4,4% qoq atau 7,6% yoy menjadi Rp 37,4 triliun. Hal itu seiring stabilnya pertumbuhan kredit dan margin yang terjaga, dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) konsolidasi sebesar 7,8% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 7,7%.
Sementara itu, pandangan berbeda dikemukakan oleh analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi. Menurut dia, BBRI mencetak laba bersih semester I-2025 yang sejalan dengan ekspektasi KB Valbury Sekuritas dan konsensus.
Baca Juga:
CDIA Bakal Tembus Segini?Laba bersih BBRI pada semester I-2025 telah mencapai 45,8% dari estimasi KB Valbury Sekuritas setahun penuh dan 45% dari perkiraan konsensus.
“BBRI berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan kredit 2025 sebesar 7-9% yoy, didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 6% yoy hingga saat ini,” tulis Akhmad dalam risetnya.
Dia mengungkapkan, di tengah kondisi likuiditas yang makin ketat, pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) BBRI yang kuat sebesar 10,6% telah mendorong pertumbuhan total dana pihak ketiga (DPK) menjadi 6,7%.
Fundamental BRI (BBRI) makin menguat dengan peningkatan NIM menjadi 7,8% atau melampaui panduan manajemen untuk tahun ini yang sebesar 7,3-7,7%.
Adapun risiko kredit tetap terkelola dengan baik. BBRI tetap teguh pada panduan 2025 dengan proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 7-9% yoy. BBRI juga berkomitmen untuk menjaga rasio non-performing loan (NPL) di bawah 3%, target yang dianggap realistis oleh KB Valbury Sekuritas.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold untuk saham BBRI, dengan target harga Rp 4.000. Target harga tersebut mencerminkan valuasi PBV 2025 sebesar 1,9 kali.
“Meskipun peningkatan kualitas aset tetap menjadi prioritas utama di tengah pertumbuhan kredit yang moderat pada 2025, kami optimistis keahlian ritel manajemen baru dapat memperkuat inisiatif pendanaan jangka pendek,” jelas Prasetya.
Baca Juga:
Ramalan Nasib Saham Telkom (TLKM)BBRI mempertahankan target pertumbuhan kredit 2025 sebesar 7-9% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 7%, dengan fokus lebih besar pada segmen konsumer dan korporasi. NIM tahun ini diproyeksikan tetap pada kisaran 7,3-7,7% dibandingkan 2024 sebesar 7,7%.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas melakukan evaluasi ulang terhadap BBRI secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai metodologi yang kuat, termasuk gordon growth model (GGM), dividend discount model (DDM), single stage fair PB, dan rolling PB.
“Itu memperkuat keyakinan kami. Koreksi harga saham BBRI belakangan ini menciptakan ketimpangan signifikan antara harga pasar dan nilai intrinsik, menjadikan saham ini sangat menarik bahkan dalam skenario konservatif,” ungkap Akhmad.
Sebab itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBRI. Target harga saham BBRI berbasis gordon growth model (GGM) sebesar Rp 4.470.
Target harga tersebut mencerminkan estimasi P/B 2025 sebesar 2,1 kali. Saat ini, saham BBRI diperdagangkan dengan valuasi yang menarik pada standar deviasi (SD) -2 sebesar 1,7 kali.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






