Jumat, 15 Mei 2026

Tren Tetiba Berubah, Saham Ini Katanya Dijual Saja

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Aug 2025 | 07:58 WIB
BAGIKAN
Amman Mineral Internasional (AMMN). Ist
Amman Mineral Internasional (AMMN). Ist

Adapun Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 146 juta atau setara Rp 2,4 triliun pada semester I-2025, turun tajam dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy) yang masih membukukan laba bersih US$ 479 juta atau setara Rp 7,88 triliun.

Hal tersebut disebabkan anjloknya penjualan bersih perseroan hingga 88% yoy menjadi US$ 183 juta dari sebelumnya US$ 1,55 miliar.

“Mulai tahun 2025, perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Perubahan ini menyebabkan penurunan penjualan katoda tembaga sebesar US$ 182 juta. Sisanya sebesar US$ 1 juta berasal dari penyesuaian akhir harga dan volume atas penjualan konsentrat tahun 2024,” kata Presiden Direktur Amman Mineral Arief Sidarto dalam keterangan resminya, pekan ini.

ADVERTISEMENT

Arief mengungkapkan, smelter tembaga perseroan memproduksi 19.805 ton katoda tembaga pada semester I-2025, dengan peningkatan signifikan pada kuartal dua. Volume produksi diperkirakan terus meningkat seiring penyempurnaan operasional smelter yang sedang berlangsung.

“Pada pertengahan Juli, kami mencapai tonggak penting lainnya dengan keberhasilan produksi emas murni pertama dari fasilitas pemurnian logam mulia (precious metals refinery/PMR) kami,” ujar dia.

Meski mencatat kemajuan yang solid, Arief mengaku, pihaknya masih menghadapi tantangan dalam kesiapan operasional yang sangat krusial untuk memastikan transisi ke fase produksi penuh. Proses komisioning smelter tembaga pada dasarnya bersifat kompleks dan memakan waktu, dan berpotensi memengaruhi tingkat produksi AMMN selama sisa tahun ini.

“Oleh karena itu, kami terus berdiskusi aktif dengan pemerintah terkait fleksibilitas ekspor konsentrat, yang penting untuk menjaga keberlanjutan operasi serta mendukung kontribusi fiskal bagi perekonomian daerah maupun nasional. Ke depan, kami yakin bahwa kinerja keuangan akan terus membaik. Kami tetap berkomitmen pada strategi jangka panjang dan fokus menciptakan nilai berkelanjutan, melalui keunggulan operasional dan eksekusi yang disiplin,” ujar dia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia