Tren Tetiba Berubah, Saham Ini Katanya Dijual Saja
Adapun Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 146 juta atau setara Rp 2,4 triliun pada semester I-2025, turun tajam dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy) yang masih membukukan laba bersih US$ 479 juta atau setara Rp 7,88 triliun.
Hal tersebut disebabkan anjloknya penjualan bersih perseroan hingga 88% yoy menjadi US$ 183 juta dari sebelumnya US$ 1,55 miliar.
“Mulai tahun 2025, perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Perubahan ini menyebabkan penurunan penjualan katoda tembaga sebesar US$ 182 juta. Sisanya sebesar US$ 1 juta berasal dari penyesuaian akhir harga dan volume atas penjualan konsentrat tahun 2024,” kata Presiden Direktur Amman Mineral Arief Sidarto dalam keterangan resminya, pekan ini.
Arief mengungkapkan, smelter tembaga perseroan memproduksi 19.805 ton katoda tembaga pada semester I-2025, dengan peningkatan signifikan pada kuartal dua. Volume produksi diperkirakan terus meningkat seiring penyempurnaan operasional smelter yang sedang berlangsung.
“Pada pertengahan Juli, kami mencapai tonggak penting lainnya dengan keberhasilan produksi emas murni pertama dari fasilitas pemurnian logam mulia (precious metals refinery/PMR) kami,” ujar dia.
Baca Juga:
Percaya Gak Harga Emas Bakal Segini?Meski mencatat kemajuan yang solid, Arief mengaku, pihaknya masih menghadapi tantangan dalam kesiapan operasional yang sangat krusial untuk memastikan transisi ke fase produksi penuh. Proses komisioning smelter tembaga pada dasarnya bersifat kompleks dan memakan waktu, dan berpotensi memengaruhi tingkat produksi AMMN selama sisa tahun ini.
“Oleh karena itu, kami terus berdiskusi aktif dengan pemerintah terkait fleksibilitas ekspor konsentrat, yang penting untuk menjaga keberlanjutan operasi serta mendukung kontribusi fiskal bagi perekonomian daerah maupun nasional. Ke depan, kami yakin bahwa kinerja keuangan akan terus membaik. Kami tetap berkomitmen pada strategi jangka panjang dan fokus menciptakan nilai berkelanjutan, melalui keunggulan operasional dan eksekusi yang disiplin,” ujar dia.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






