Saham Bank Besar Paling Recommended, Cuannya Bisa 40%
JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan hasil yang solid pada kuartal II-2025, dengan laba bersih tumbuh 5% qoq atau 6% yoy menjadi Rp 14,9 triliun. Alhasil, laba bersih BBCA pada semester I-2025 mencapai Rp 29 triliun, meningkat 8% yoy.
"Pencapaian tersebut sesuai ekspektasi kami dan konsensus, yaitu 50% dari proyeksi 2025," tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (5/8/2025).
Pertumbuhan laba bersih BCA (BBCA) didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 2% qoq atau 7% yoy. BBCA berhasil menurunkan beban operasional sebesar 4% qoq, yang membantu meredam penurunan margin akibat kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF).
Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank besar itu sedikit turun menjadi 6,2%. Penurunannya sebesar 2 bps qoq atau 10 bps yoy. Ini seiring kenaikan CoF sebesar 5 bps qoq menjadi 1,2%.
Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) stabil sebesar 6% yoy dan rasio dana murah (current account saving account/CASA) meningkat menjadi 83%, sekaligus memperkuat ketahanan pendanaan BBCA.
Kualitas aset tetap terjaga, meski biaya kredit (cost of credit/CoC) naik menjadi 0,4% dan non-performing loan (NPL) meningkat menjadi 2,1%. "Meski demikian, BBCA tetap mencatat NPL terendah di antara bank sejenis," ungkap Victor Stefano.
Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan
Tahun ini, menurut Victor, manajemen BBCA mempertahankan panduan pertumbuhan kredit sebesar 6-8% dan NIM (bank only) pada kisaran 5,7-5,8%. Namun, manajemen merevisi panduan CoC menjadi 0,3-0,5% dari sebelumnya 0,3%.
"Kami meyakini bahwa kinerja BBCA pada semester II-2025 akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam menjaga margin dan mempertahankan keunggulan kualitas aset," sebut dia.
Baca Juga:
Pandangan soal BBRI TerbelahBRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA. Target harga saham BBCA dipatok sebesar Rp 11.900.
Target harga tersebut dihitung menggunakan metode gordon growth model (GGM) dengan cost of equity 6,5% (rata-rata 5 tahun) dan ROE 2025 sebesar 21,4%. Ini mengimplikasikan valuasi wajar PBV sebesar 5,2 kali.
"BBCA tetap menjadi saham pilihan utama kami di sektor perbankan karena likuiditasnya kuat, biaya dana tangguh, dan kualitas aset yang solid," pungkas Victor.
Hingga berita ini ditayangkan, saham BCA (BBCA) bertengger di level Rp 8.450. Dengan mengacu pada harga tersebut, potensi cuan saham BBCA tergolong besar mencapai 40,8%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






