BBCA juga Punya Target Harga Baru
JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan kinerja yang solid pada kuartal II-2025, ditopang oleh pertumbuhan kredit dan dana murah yang kuat. Tetapi, target harga saham BBCA dipangkas. Kenapa?
BCA (BBCA) mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp 14,9 triliun pada kuartal II-2025, tumbuh 5,1% qoq atau 6,2% yoy.
Baca Juga:
Muncul Target Harga Baru Saham BBRI“Itu sesuai dengan estimasi kami sebesar 50,7% dari target 2025 dan sejalan dengan konsensus sebesar 49,7%,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi dan Brandon Boedhiman dalam risetnya, yang dikutip pada Kamis (7/8/2025).
Kinerja BCA terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang kuat sebesar Rp 21,4 triliun, naik 1,7% qoq atau 6,9% yoy. Ini berkat ekspansi kredit dengan pertumbuhan 12,9% yoy atau 1,9% qoq.
Adapun pertumbuhan simpanan pada emiten bank berkode saham BBCA tersebut mencapai 5,7% yoy, didukung oleh kenaikan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 7,3% yoy. Dengan begitu, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA pada kuartal II-2025 stabil di 5,8%.
Namun, biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap tinggi sebesar 0,5% atau melebihi panduan awal yang sebesar 0,3%. Hal ini seiring kenaikan rasio non-performing loan (NPL) menjadi 2,2% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 2%.
“Meski demikian, loan at risk (LAR) BBCA membaik menjadi 5,7% dibandingkan kuartal I-2025 yang mencapai 6%,” ungkap Prasetya.
BBCA mempertahankan panduan pertumbuhan kredit yang moderat pada tahun ini berkisar 7-8% dibandingkan 2024 yang sebesar 13,8%. “Kemungkinan itu akan terlampaui, mengingat ekspansi kredit selama Januari-Juni 2025 telah mencapai 13,8%,” jelas dia.
Sementara itu, BBCA merevisi panduan CoC menjadi 30-50 bps dari sebelumnya 30 bps. Ini menandakan kehati-hatian yang terus berlanjut.
Rekomendasi Saham dan Target Harga Baru
Samuel Sekuritas menyukai BBCA karena kualitas asetnya yang sangat baik, CASA yang kuat, dan ROE tertinggi di sektor perbankan sebesar 25,2% dibandingkan 2024 yang sebesar 24,8%.
Posisi BBCA sebagai pemimpin digital banking – terlihat dari peningkatan volume transaksi mobile dan internet banking sebesar 78% dalam tiga tahun terakhir, serta peluncuran fitur-fitur baru seperti dompet multi-mata uang dan pembayaran NFC – juga terus mendukung pertumbuhan CASA yang berkelanjutan.
Itu didukung oleh pengelolaan beban operasional yang disiplin, dengan target cost to income ratio (CIR) berkisar 33-34% pada 2025.
Namun, Samuel Sekuritas memangkas target harga saham BBCA menjadi Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 11.500. Target harga baru tersebut mencerminkan PBV 2025 sebesar 4,2 kali.
Revisi itu mengikuti penyesuaian valuasi karena bank-bank lain mengalami penurunan valuasi dengan rata-rata PBV sektor perbankan sebesar 2,5 kali.
Adapun rekomendasi untuk saham BBCA tetap beli. Risiko utamanya jika terjadi kenaikan NPL dan tekanan NIM yang berkepanjangan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






