Aksi Besar-besaran Telkom (TLKM), Nilai Super Jumbo
Dengan fokus yang lebih tajam pada profitabilitas dan efisiensi, serta monetisasi aset yang sedang berjalan, TLKM memiliki kapasitas re-investasi yang memadai – tercermin dari rasio net debt to EBITDA kuartal I-2025 yang hanya 0,5 kali.
Posisi leverage yang rendah itu mendukung potensi ekspansi TLKM di segmen inti B2C, infrastruktur B2B, dan solusi TI.
Baca Juga:
Muncul Target Harga Baru Saham BBRISebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham TLKM dengan target harga Rp 3.500. Hal itu didukung oleh perbaikan harga di industri yang sedang berlangsung dan progres dalam penyederhanaan produk.
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas, Jonathan Guyadi dan Jason Sebastian mengungkapkan, Telkom (TLKM) memiliki valuasi yang menarik dengan EV/EBITDA trailing 12 bulan (trailing twelve months/TTM) sebesar 4,1 kali atau diskon 11,5% dibandingkan para pesaingnya.
“TLKM juga berpotensi re-rating lebih lanjut karena menawarkan ROAE 2025 sebesar 15,6% dibandingkan para pesaingnya yang rata-rata sebesar 14,9%,” tulis Jonathan dan Jason dalam risetnya.
Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham TLKM dengan target harga Rp 3.500. Target harga tersebut mencerminkan EV/EBITDA 2025 sebesar 5,2 kali.
Baca Juga:
Panik Jual CDIASelain valuasi yang terdiskon, imbal hasil dividen (dividend yield) TLKM terbilang menarik. Risiko utamanya jika terjadi persaingan yang makin intensif, jumlah pelanggan yang lebih rendah dari perkiraan, dan perang harga di segmen fixed broadband (FBB).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






