Asing Jual CUAN dan DSSA, meski Masuk MSCI
JAKARTA, investor.id – Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berhasil masuk indeks MSCI Indonesia Global Standard. Namun, investor asing terpantau melepas saham CUAN dan DSSA.
Pada perdagangan Jumat (8/8/2025) atau setelah MSCI Inc mengumumkan evaluasi indeks saham Global Standard, Small Cap, dan Micro Cap, asing tampak agresif melego saham CUAN di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 251,1 miliar atau terbesar.
Asing juga banyak menjual saham DSSA dengan net sell senilai Rp 122,4 miliar atau terbesar kedua, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (10/8/2025).
Rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) ini sendiri akan efektif pada 27 Agustus 2025. Selain memasukkan saham CUAN dan DSSA, MSCI Inc juga mengeluarkan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dari indeks MSCI Indonesia Global Standard.
ADRO harus rela masuk ke MSCI Indonesia Small Cap. Selain ADRO, sejumlah saham juga masuk yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Sedangkan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) keluar dari MSCI Indonesia Small Cap.
Menurut Stockbit Sekuritas, saham-saham yang masuk indeks MSCI bakal mendapatkan inflow, sehingga berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan harga sahamnya.
Mayoritas saham yang masuk indeks MSCI ditutup menguat pada Jumat (8/8/2025). Saham DSSA melesat 20%, CUAN melejit 7,2%, AADI naik 2,8%, PTRO terdongkrak 9%, RATU terangkat 5,4%, dan TAPG terkerek 2,4%. Sedangkan KPIG melemah 1,9%.
Di sisi lain, saham-saham yang turun kelas dan/atau keluar dari indeks MSCI mengalami pelemahan, seperti ADRO turun 4,3%, MBMA terpangkas 7,3%, dan PNLF terkoreksi 1,6%.
Target Harga Saham CUAN
Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) – perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu – selama ini memang dijagokan untuk masuk indeks MSCI Indonesia Global Standard.
Founder Stocknow, Hendra Wardana mengungkapkan bahwa salah satu aspek terpenting dalam seleksi indeks adalah kapitalisasi pasar (market cap). CUAN telah menunjukkan kekuatan di sana, dengan kapitalisasi pasar per 17 Juli 2025 mencapai Rp 185,49 triliun. Ini menempatkan CUAN sebagai salah satu saham yang likuid dan relevan untuk pasar global.
Baca Juga:
BBCA juga Punya Target Harga BaruSelain market cap jumbo, lanjut Hendra, pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:10, yang mulai efektif 15 Juli lalu, membuat harga saham CUAN lebih terjangkau secara psikologis. Itu membuka jalan bagi peningkatan jumlah investor ritel maupun institusi, sekaligus meningkatkan likuiditas transaksi harian.
“Terlebih, kinerja harga saham CUAN dalam tiga bulan terakhir terbang hingga 157,8%, memperlihatkan minat dan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek bisnis CUAN di sektor energi dan pertambangan,” tutur dia.
Baca Juga:
Muncul Target Harga Baru Saham BBRIHendra pun yakin efek dari indeks MSCI bisa sangat signifikan. Sebab saham-saham yang masuk indeks MSCI biasanya menjadi target akumulasi investor asing dan dana institusi global, karena indeks ini menjadi acuan banyak reksa dana dan ETF berbasis indeks di dunia.
Hendra memproyeksikan saham CUAN menembus Rp 2.000, apabila saham tersebut resmi masuk menjadi salah satu konstituen indeks MSCI.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






