Jumat, 15 Mei 2026

Ada yang Rajin Serok Saham Telkom (TLKM)

Penulis : Jauhari Mahardhika
10 Aug 2025 | 11:14 WIB
BAGIKAN
Karyawan tengah memantau pasar di dealing room BNI. (Investor Daily/David Gita Roza)
Karyawan tengah memantau pasar di dealing room BNI. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi salah satu saham yang paling diburu oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir atau periode 4-8 Agustus 2025.

Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing di saham TLKM mencapai Rp 158,7 miliar atau terbesar keempat. Pembelian terjadi di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (10/8/2025).

Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencetak transaksi net buy saham sebesar Rp 124,2 miliar di seluruh pasar BEI. Hal itu kontras dengan pekan sebelumnya, dimana asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) senilai Rp 2,3 triliun.

ADVERTISEMENT

Khusus pada perdagangan Jumat (8/8/2025), investor asing membukukan net sell sebesar Rp 510,9 miliar di seluruh pasar. Dengan begitu, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 61,8 triliun – berdasarkan data BEI.

Sebagai informasi, Telkom (TLKM) memiliki agenda besar seiring transformasi bisnis perseroan oleh manajemen baru. Mulai dari rencana pengurangan jumlah anak usaha dari 55 menjadi sekitar 22, keluar dari bisnis non-inti, hingga mempercepat monetisasi aset infrastruktur dengan potensi nilai Rp 100-150 triliun.

“Kami melihat pergeseran strategis TLKM yang paling menonjol adalah penyederhanaan struktur grup, dengan rencana mengurangi jumlah anak usaha dari 55 menjadi sekitar 22 untuk menghilangkan redundansi, keluar dari bisnis non-inti, dan meningkatkan efisiensi,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya.

Secara paralel, TLKM kembali fokus ke segmen inti dan membuka nilai (value unlocking) aset infrastruktur, dengan mempercepat agenda monetisasi aset yang ditaksir memiliki potensi nilai hingga Rp 100-150 triliun.

Data center dan InfraCo menjadi katalis jangka pendek, dengan NeutraDC tengah menuju kemitraan strategis yang ditargetkan tercapai pada akhir 2025,” ungkap Kafi dan Erindra.

TLKM juga sedang memindahkan aset fiber optik ke dalam InfraCo, yang akan menjadi platform grup infrastruktur. Monetisasi dapat dilakukan melalui IPO masing-masing anak usaha atau penggabungan beberapa aset dalam satu entitas.

Target Harga Saham TLKM 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia