Jumat, 15 Mei 2026

Saham Bank Besar dengan Potensi Cuan Besar

Penulis : Jauhari Mahardhika
11 Aug 2025 | 15:22 WIB
BAGIKAN
Pekerja berada di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja berada di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA naik 8% yoy menjadi Rp 29 triliun pada semester I-2025 atau sesuai ekspektasi analis. Sementara itu, saham BBCA menawarkan potensi cuan besar.

Secara kuartalan (qoq), laba BCA (BBCA) tumbuh 6,2%. Pre-provision operating profit (PPOP) meningkat 4,7% qoq atau 9,2% yoy, yang ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 42,5 triliun atau naik 6,7% yoy.

“Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BCA sedikit naik 10 bps yoy menjadi 5,8% atau stabil secara qoq. Ini didorong oleh kenaikan loan to deposit ratio (LDR),” tulis analis MNC Sekuritas, Victoria Venny dalam risetnya, yang dikutip pada Senin (11/8/2025).

ADVERTISEMENT

Adapun dana pihak ketiga (DPK) emiten bank berkode saham BBCA tersebut naik 5,7% yoy menjadi Rp 1.190 triliun atau stabil secara qoq. Ini dipimpin oleh pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 7,3% yoy. Sedangkan deposito berjangka turun 1,1% yoy.

Sementara itu, selama semester I-2025, BBCA mencetak pertumbuhan kredit sebesar 12,9% yoy atau 1,9% qoq. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan panduan 2025 yang sebesar 6-8%, terutama ditopang oleh segmen korporasi yang tumbuh 16,1% yoy.

“Manajemen BBCA tetap berhati-hati pada penyaluran kredit konsumer,” ungkap Venny.

Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan 

Mengenai kualitas aset, BBCA mencatatkan sedikit kenaikan non-performing loan (NPL) sebesar 20 bps qoq menjadi 2,2% pada kuartal II-2025, terutama dari penurunan kualitas kredit UKM/komersial. Cakupan NPL mencapai 167%. Loan at risk (LAR) membaik menjadi 5,7% atau turun 70 bps yoy, dengan cakupan 68,7%.

“Biaya kredit (cost of credit/CoC) mencapai 0,5% atau sedikit di atas target. Panduan untuk CoC 2025 direvisi menjadi 0,3-0,5%,” sebut dia.

Dengan berbagai pertimbangan, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 11.300. Target harga tersebut mencerminkan estimasi PBV 2025 dan 2026 sebesar 5,2 kali dan 4,7 kali.

Hingga berita ini ditayangkan, BBCA bertengger di level Rp 8.500. Dengan begitu, potensi cuan saham bank besar itu juga tergolong besar, yaitu lebih dari 30%. Tepatnya mencapai 32,9%.

Pendorong potensi kenaikannya antara lain pertumbuhan kredit yang lebih kuat, kestabilan return on equity (ROE), dan penurunan biaya dana (cost of fund/CoF). Sedangkan risiko utamanya jika terjadi tekanan terhadap kualitas aset dan likuiditas pasar yang lebih ketat.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia