Jumat, 15 Mei 2026

Pilihan Jatuh pada Saham BBCA

Penulis : Jauhari Mahardhika
15 Aug 2025 | 17:09 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi. Investor Daily/David Gita Roza
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id – Sejumlah emiten bank melaporkan kinerja yang lebih lemah dari perkiraan pada kuartal II-2025, karena margin bunga bersih (net interest margin/NIM) masih tertekan dan biaya operasional meningkat. Rating untuk sektor perbankan adalah netral, dengan BBCA sebagai pilihan utama.

Di lantai bursa, terjadi arus keluar dana asing yang signifikan secara year to date (ytd) sebesar Rp 36,4 triliun dari saham 7 emiten bank. Ini menyebabkan performa year to date yang lemah, yaitu -3% dibandingkan LQ45 dan -13% terhadap IHSG.

Sementara itu, konsensus telah menurunkan proyeksi laba 4 bank besar tahun ini rata-rata sekitar 3% setelah hasil kuartal I-2025. Penurunan terbesar pada BBNI (-5,2%) dan BBRI (-3,4%).

ADVERTISEMENT

“Kami meyakini revisi ini, yang bersamaan dengan membaiknya likuiditas, akan membatasi potensi penurunan lebih lanjut,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya, yang dikutip pada Jumat (15/8/2025).

BRI Danareksa Sekuritas meyakini pengetatan likuiditas di sektor perbankan telah mencapai titik terendah pada kuartal II-2025 dan secara bertahap bakal membaik hingga akhir 2025. Ini akan didorong oleh perlambatan pertumbuhan kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih tinggi, serta posisi loan to deposit ratio (LDR) yang lebih baik.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor perbankan, karena tetap berhati-hati terhadap prospek kualitas aset dalam jangka menengah, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap laba.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia