Kamis, 14 Mei 2026

3 Saham Kesukaan Asing

Penulis : Jauhari Mahardhika
17 Aug 2025 | 07:31 WIB
BAGIKAN
Investor melalukan aksi beli saham melalui aplikasi di smartphone. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor melalukan aksi beli saham melalui aplikasi di smartphone. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling diburu oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir atau periode 11-15 Agustus 2025.

Nilai transaksi beli bersih (net buy) pada saham BBRI, TLKM, dan BBCA berkisar Rp 1,3-2,3 triliun.

Rinciannya, net buy asing pada saham BBRI mencapai Rp 2,3 triliun, TLKM Rp 1,6 triliun, dan BBCA Rp 1,3 triliun. Pembelian terjadi di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (17/8/2025).

ADVERTISEMENT

Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan net buy mencapai Rp 6,6 triliun di seluruh pasar BEI. Net buy meningkat tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 124,2 miliar.

Khusus pada perdagangan Jumat (15/8/2025), investor asing membukukan net buy sebesar Rp 1,3 triliun di seluruh pasar. Dengan demikian, total transaksi jual bersih (net sell) asing sepanjang tahun berjalan ini kembali berkurang menjadi Rp 55,1 triliun – berdasarkan data BEI.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Sementara itu, berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, TLKM dan BBCA masuk dalam daftar 5 saham pilihan untuk semester II-2025. Selain TLKM dan BBCA, saham ISAT, CTRA, dan BRMS juga masuk.

Saham-saham pilihan tersebut adalah perusahaan dengan perbaikan laba dan memiliki katalis pada paruh kedua tahun ini. Rekomendasinya buy.

Target harga saham TLKM sebesar Rp 3.500, ISAT Rp 2.600, BBCA Rp 11.900, CTRA Rp 1.600, dan BRMS Rp 480.

Di lain pihak, MNC Sekuritas dalam risetnya merekomendasikan hold saham BBRI dari sebelumnya buy. Target harga saham BBRI direvisi menjadi Rp 4.050.

Target harga baru tersebut menyiratkan proyeksi PBV 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 1,8 kali dan 1,7 kali.

Adapun estimasi laba per saham (earnings per share/EPS) dipangkas 4,8% karena pelemahan margin dan proyeksi CoC yang lebih tinggi. Risiko utamanya jika ada tekanan makro eksternal, ekspansi kredit yang lebih lemah dari perkiraan, dan penurunan kualitas aset.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 38 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 47 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia