Jumat, 15 Mei 2026

Laba BCA (BBCA) Juli 2025

Penulis : Prisma Ardianto
17 Aug 2025 | 15:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatat laba bersih bank only sebesar Rp 4,81 triliun pada Juli 2025. Angka ini turun 1,91% secara tahunan (year on year/yoy).

Meski begitu, kinerja sepanjang Januari-Juli 2025 tetap impresif. Laba bersih kumulatif BCA tumbuh 10,55% yoy menjadi Rp 34,70 triliun. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan kredit dan pendapatan bunga yang baik, meskipun bank menghadapi tekanan pada beban provisi dan tantangan likuiditas.

Menurut laporan keuangan BCA yang dikutip pada Minggu (17/8/2025), pertumbuhan kredit masih sangat tinggi, naik 10,95% yoy menjadi Rp 923,51 triliun hingga Juli 2025. Angka ini jauh di atas rata-rata perbankan nasional yang hanya tumbuh 7,77% yoy (berdasarkan data Bank Indonesia Juni 2025). Kinerja kredit ini bahkan melampaui target manajemen BCA yang mematok pertumbuhan 6–8% untuk tahun ini.

Hasilnya, pendapatan bunga BCA meningkat 6,14% yoy menjadi Rp 53,79 triliun, sementara beban bunga naik 7,65% yoy menjadi Rp7,24 triliun. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) berhasil naik 5,91% menjadi Rp 46,55 triliun.

ADVERTISEMENT

Kinerja tersebut sejalan dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang juga terjaga di level 5,73%, masih dalam rentang target BCA yaitu 5,7–5,8%.

Sementara itu, beban provisi BCA naik signifikan yaitu 64,62% yoy menjadi Rp 1,91 triliun dalam tujuh bulan. Peningkatan ini menunjukkan langkah mitigasi dini terhadap potensi pemburukan aset di masa depan. Hal tersebut tercermin dari rasio cost of credit (CoC) yang naik dari 0,23% pada Juni menjadi 0,42% pada Juli, meskipun untuk periode Januari-Juli 2025 masih terjaga di 0,36%, sesuai target BCA sebesar 0,3%.

Selain itu, pendapatan komisi/fee BCA tumbuh 7,87% yoy menjadi Rp 10,97 triliun dalam tujuh bulan, ikut berkontribusi positif terhadap laba perusahaan.

Penguasa Dana Murah

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia