Ramalan Terbaru Saham BBCA & BMRI Cs usai BI Rate Dipotong
JAKARTA, investor.id – BI kembali memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5% yang dapat membantu menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF) bank, apalagi jika LPS juga memangkas suku bunganya pada September 2025. Lantas, bagaimana dampaknya terhadap saham-saham bank, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI?
BI Rate terus bergerak turun dengan pemangkasan sebanyak empat kali sepanjang 2025. Meskipun suku bunga deposito masih relatif stabil, langkah terakhir Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pelonggaran ditujukan untuk menciptakan ruang bagi penurunan biaya pendanaan dalam sistem perbankan.
Baca Juga:
CDIA Kok Jadi Merah Terus?“Jika itu memicu penurunan suku bunga LPS lebih lanjut, maka akan mendukung biaya dana (CoF) perbankan. Penurunan suku bunga LPS akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi bank untuk menurunkan harga deposito tanpa berisiko kehilangan dana pihak ketiga, sehingga meringankan tekanan terhadap biaya dana,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya, Kamis (21/8/2025).
Jika tren pelonggaran ini berlanjut, bank diperkirakan dapat menjaga margin bunga bersih (net interest margin/NIM) dalam kondisi biaya dana yang lebih rendah.
Baca Juga:
Saham Jagoan Grup Sinar Mas TumbangNamun, target penerimaan pajak pada 2026 yang lebih tinggi dapat menimbulkan risiko terhadap penurunan permintaan kredit, kenaikan biaya dana, dan peningkatan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).
Sebab kenaikan pembayaran pajak berarti terjadi aliran keluar dana lebih besar dari sektor swasta menuju rekening pemerintah di Bank Indonesia. Hal ini dapat mengurangi likuiditas dalam sistem perbankan.
“Bank kemungkinan harus menawarkan suku bunga deposito lebih tinggi untuk menarik dana, sehingga meningkatkan biaya dana,” jelas Victor.
Pada saat yang sama, rumah tangga menghadapi penurunan pendapatan yang dapat dibelanjakan, yang bisa memengaruhi kemampuan pembayaran pinjaman. Selain itu, dunia usaha (UMKM maupun korporasi) mungkin menunda ekspansi atau mengurangi modal kerja, sehingga menekan permintaan kredit.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






