Jumat, 15 Mei 2026

Demo di Jakarta Bisa Hajar Rupiah ke Rp 16.600

Penulis : Akmalal Hamdhi
29 Aug 2025 | 18:26 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri)
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah anjlok hampir 1% pada penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025), menjadi yang terdalam di kawasan Asia. Pelemahan ini disebabkan oleh kekhawatiran investor atas situasi demonstrasi yang semakin memanas.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,90% secara harian dan ditutup di posisi Rp 16.499 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mencermati bahwa investor sedang dilanda sentimen risk-off, yang membuat banyak dana ditarik dari pasar keuangan domestik. Lukman memprediksi pelemahan ini dapat berlanjut dan dalam jangka pendek, rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.400–16.600 per dolar AS.

“Rupiah melemah seiring investor khawatir sentimen risk off yang disebabkan memanasnya demo di Indonesia," kata Lukman saat dihubungi, Jumat (29/8/2025).

ADVERTISEMENT

Senada, Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa tekanan terhadap rupiah diperkirakan belum akan mereda karena ketegangan sosial dan politik di dalam negeri. Ia memandang rupiah pada awal pekan depan dapat berada di rentang Rp16.490–16.520 per dolar AS.

Kondisi demonstrasi semakin meluas setelah sebuah insiden tragis pada Kamis (28/8/2025) malam yang menyebabkan tewasnya seorang pengemudi ojek online. Menurut Ibrahim, insiden ini memicu eskalasi situasi di lapangan, dan ketegangan juga diperparah oleh isu-isu politik lain, seperti kabar tunjangan perumahan untuk anggota DPR.

Lukman Leong menambahkan bahwa Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan mengintervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Menurutnya, stabilitas lebih penting daripada upaya penguatan rupiah yang bisa merugikan perekonomian saat ini. Tekanan terhadap rupiah diperkirakan baru akan mereda jika demonstrasi berakhir.

Lukman menilai, sebenarnya posisi rupiah saat ini masih aman mengingat dolar AS sendiri masih tertekan oleh kekisruhan antara Trump dengan the Fed. Namun dampak demonstrasi dalam negeri yang berkelanjutan dapat berisiko bagi Rupiah.

Pelemahan dolar juga bukan mengartikan penguatan rupiah secara paralel. Ia mengingatkan, indeks dolar AS telah turun sekitar 10% tahun ini, namun rupiah tidak mampu menguat.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia