AADI Lampaui Ekspektasi, Harga Wajarnya Masih Jauh Sekali
JAKARTA, investor.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 233 juta pada kuartal II-2025 atau naik 18,7% qoq, namun turun 60% yoy. Dengan begitu, laba bersih AADI selama semester I-2025 mencapai US$ 429 juta atau turun 50,1% yoy.
Meski demikian, laba bersih Adaro (AADI) hingga semester I-2025 melampaui ekspektasi. “Setara 56,7% dari estimasi konsensus 2025,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, yang dikutip pada Minggu (31/8/2025).
Baca Juga:
Muncul Lapkeu ADROMenurut Stockbit, kenaikan laba bersih AADI secara kuartalan pada kuartal II-2025 disebabkan oleh peningkatan pendapatan sebesar 6,1% qoq, penurunan beban usaha 3,4% qoq, dan pembalikan rugi lain-lain dari rugi US$ 5 juta pada kuartal I-2025 menjadi untung US$ 28 juta pada kuartal II-2025.
Alhasil, margin laba bersih naik menjadi 18,8% pada kuartal II-2025 dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 16,8%.
Baca Juga:
10 Saham Kena Pukulan KerasSecara operasional, AADI membukukan laba usaha sebesar US$ 292 juta pada kuartal II-2025, tumbuh 0,9% qoq atau naik 2,5% yoy. Dengan demikian, laba usaha selama semester I-2025 mencapai US$ 581 juta atau turun 9,5% yoy.
Laba usaha juga melampaui ekspektasi karena mencapai 63,7% dari estimasi konsensus 2025. Margin laba usaha pada kuartal II-2025 sebesar 23,6% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 24,8% dan kuartal II-2024 sebesar 21,2%.
Harga Wajar AADI
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





