Cobaan bagi ADRO
ADRO telah keluar dari bisnis batu bara termal setelah mendivestasi 99,99% saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada Desember 2024. Divestasi itu menghasilkan dana sebesar US$ 270 juta dan masih mempertahankan kepemilikan 15,3% saham.
Fokusnya kini beralih ke PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang memiliki cadangan sebesar 292 juta ton dan sumber daya 980 juta ton. Hal itu ditopang oleh proyek smelter aluminium berbasis hidro berkapasitas 500 ribu ton dan pipeline energi terbarukan sebesar 1,3 GW.
Baca Juga:
Grup Bakrie Berburu Cadangan Migas Baru“Transformasi ini menjadi fondasi evolusi ADRO menuju platform industri rendah emisi yang terintegrasi secara vertikal untuk pertumbuhan jangka panjang,” jelas dia.
Mirae Asset Sekuritas melanjutkan coverage atas saham ADRO dengan rekomendasi buy. Target harga baru ADRO sebesar Rp 2.300. Target harga tersebut merefleksikan valuasi P/E 2025 sebesar 12,3 kali – di atas rata-rata historis.
“Dengan proyeksi dividen sebesar Rp 129 per saham dan imbal hasil dividen (dividend yield) mencapai 6,6%, ADRO menawarkan kombinasi menarik antara penghasilan dan potensi re-rating struktural,” ungkap Farras.
Adapun commissioning smelter aluminium pada kuartal I-2026 akan menjadi titik balik penting, yang akan mempercepat momentum re-rating saat investor mulai menilai ADRO sebagai cerita pertumbuhan industri hijau yang terintegrasi.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





